Wasiat Al-Qur’an untuk Mereka Yang Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Wasiat Al-Qur’an untuk Mereka Yang Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

‎قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Syu’aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. (QS.Huud:88)

Kali ini kita akan mengutip satu ayat dalam Al-Qur’an yang merangkum wasiat dan pesan bagi siapapun yang hendak melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Disamping juga banyak ayat lain yang menjelaskan syarat-syarat amar ma’ruf nahi munkar.

Perlu kita ingat bahwa amar ma’ruf dan nahi munkar adalah salah satu tiang penting dalam agama. Tanpa ada kesadaran saling mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan, agama ini akan goyang dan kehilangan jati dirinya.

Namun yang perlu kita perhatikan, amar ma’ruf nahi munkar tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tata cara dan aturan yang perlu dijaga. Jika tidak, niatan baik untuk amar ma’ruf nahi munkar bisa semakin memperkeruh dan merusak keutuhan kaum muslimin.

Inilah sebagian wasiat Al-Qur’an bagi mereka yang hendak melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.

1. Melakukan yang ia perintah dan meninggalkan apa yang ia larang.

‎وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ

“Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS.Huud:88)

Bahkan dalam ayat lain Allah mengancam mereka yang melarang sesuatu kemudian melanggar apa yang ia ucapkan.

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

‎كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS.as-Shaff:2-3)

2. Tujuannya adalah memperbaiki kondisi masyarakat.

‎إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan.” (QS.Huud:88)

3. Yakin bahwa taufiq yang ia dapatkan (untuk melakukan amar ma’ruf) adalah dari Allah, bukan dari dirinya sendiri.

‎وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ

“Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.” (QS.Huud:88)

4. Selalu bertawakkal kepada Allah atas hasil yang ia dapatkan dari usahanya untuk ber-amar ma’ruf.

‎عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ

“Hanya kepada Allah aku bertawakkal.” (QS.Huud:88)

5. Kembali kepada Allah pada setiap masalah yang ia hadapi.

‎وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS.Huud:88)

Mari kita tebarkan kedamaian dengan saling mengingatkan. Tapi jangan lupa dengan wasiat-wasiat Al-Qur’an diatas. Karena dengan menjaga wasiat tersebut amar ma’ruf kita akan sesuai dengan tujuan yang diinginkan Allah swt.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain