Tujuan Al-Qur’an Adalah Menghapus Kegelapan !

Tujuan Al-Qur’an Adalah Menghapus Kegelapan !

khazanahalquran.com – كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ لِتُخۡرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ

“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang.” (QS.Ibrahim:1)

Salah satu peran terpenting dari Al-Qur’an adalah mementaskan manusia dari gelapnya kebodohan menuju cahaya ilmu yang terang benderang. Akan tetapi kegelapan tidak bisa kita batasi dengan arti kebodohan saja, diluar sana banyak sekali bentuk kegelapan yang bahkan lebih berbahaya dari kebodohan itu sendiri. Dan sekedar ilmu pengetahuan saja tidak mampu untuk mengobatinya.

Salah satu bentuk kegelapan itu adalah cinta pada harta, egoisme yang berlebihan, patuh pada ajakan syahwat dan fanatisme buta misalnya. Belum lagi yang berkaitan dengan orang lain seperti berbuat dzalim, rasis dan sebagainya.

Nah disinilah kita bisa melihat. Ketika Al-Qur’an mengenalkan peran dan tugasnya, kita akan temukan peran terpentingnya adalah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Kegelapan dalam bentuk apapun itu !

Al-Qur’an datang untuk memberi petunjuk dan hidayah agar manusia lepas dari semua bentuk kegelapan yang mengantarkannya menuju kehancuran.

Begitupula peran para Nabi dan kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an, semuanya berada dalam satu tujuan yaitu mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dalam firman-Nya Allah memerintahkan kepada Nabi Musa as,

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ أَنۡ أَخۡرِجۡ قَوۡمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang.” (QS.Ibrahim:5)

Kegelapan yang dimaksud adalah gelapnya kedzaliman, kesombongan, kecongkakan dan kebodohan. Sementara menuju cahaya adalah cahaya kebebesan, kemerdekaan dan keadilan.

Dan yang menarik, Al-Qur’an tidak pernah menyebut kegelapan kecuali dalam bentuk Jama’ (banyak) yaitu dengan kata الظُلُمَات. Sementara cahaya selalu menggunakan bentik mufrod (satu) yaitu dengan kata النُوْر.

Seakan ingin menjelaskan bahwa jalan kebenaran hanyalah satu sementara jalan untuk berpaling menuju kesesatan sangatlah beragam.

ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ

“Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan.” (QS.Al-Baqarah:257)

Karena itu Al-Qur’an selalu menegaskan bahwa tujuan terpenting dari diturunkannya adalah menghapus kebodohan dan memerangi kegelapan akhlak individu maupun masyarakat.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 170 pelanggan lain