Tips-Tips Al-Qur’an untuk Memperbaiki Kerusakan Masyarakat

khazanahalquran.com – Dalam artikel sebelumnya kita telah menyebutkan Sebab-Sebab Kerusakan Masyarakat menurut Al-Qur’an. Dan kali ini kita akan menengok bagaimana tips Al-Qur’an dalam memperbaiki kerusakan tersebut? Karena Allah swt berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses ishlah (perbaikan) kondisi masyarakat, yaitu :

1. Kebersihan dan ketulusan seseorang yang ingin melakukan perbaikan.

Seorang yang ingin merubah keadaan harus memiliki hati yang tulus dan perbuatan yang bersih. Jika tidak, maka perkataan mereka tidak akan berpengaruh bahkan bisa memberi efek yang sebaliknya. Karena manusia akan menerima perkataan yang sesuai dengan perbuatan yang berbicara.

Al-Qur’an pun melarang perkataan yang tidak sesuai dengan perbuatan, bahkan menyebutnya amal yang sangat dibenci Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ * كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS.Ash-Shaf:2-3)

Karena itu para utusan Allah selalu bersih dari segala kesalahan dan dosa. Sehingga mereka layak untuk disebut uswatun hasanah.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.” (QS.Al-Ahzab:21)
2. Memperhatikan kesiapan masyarakat.

Proses perbaikan itu tidak bisa dilakukan sekaligus. Namun seperti segala masalah di alam ini, harus dilalui tahap demi tahapnya.

Seorang yang ingin melakukan perbaikan harus memperhatikan tahapan ini. Bagaimana meyakinkan masyarakat, bagaima cara penyampaian yang santun, bagaimana merubah pola pikir mereka, semua itu perlu diperhatikan dan dijalani sesuai tahapannya.

Seperti kisah Nabi Musa as, ketika diperintahkan untuk mendatangi Fir’aun, Allah berpesan untuk mengajaknya berbicara dengan perkataan yang lembut.

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS.Tha-Ha:44)

Maka seluruh nabi pun memiliki tugas yang sama yaitu mengedepankan akhlak dan kesantunan dalam proses perbaikan masyarakat.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. (QS.Ali ‘Imran:159)

Sehingga yang disampaikan pun bertahap dan tidak serta merta melawan budaya dan tradisi masyarakat.

3. Bijak dalam penyampaian dan menentukan maslahat.

Selain memperhatikan kesantunan, hal yang tak kalah penting adalah bijak dalam melihat kondisi masyarakat.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.” (QS.an-Nahl:125)

Menimbang apa yang perlu disampaikan adalah hal terpenting yang harus dipikirkan. Akankah materi ini akan membawa masalahat atau malah membuat rumit kondisi masyarakat.

4. Menciptakan lingkungan yang soleh.

Termasuk hal yang paling penting adalah menyebarkan kebaikan dan menciptakan lingkungan yang baik. Karena masyarakat  selalu dalam posisi tarik menarik antara para penyebar keburukan dan para penyebar kebaikan.

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat.” (QS.An-Nur:19)

Masih ada tips-tips lain yang akan kami sebutkan. Simak kelanjutannya dalam Tips-Tips Al-Qur’an untuk Memperbaiki Kerusakan Masyarakat (Bag 2)

Komentar

LEAVE A REPLY