Tiga Penyakit Yang Menggoyahkan Keadilan Seorang Hakim

Tiga Penyakit Yang Menggoyahkan Keadilan Seorang Hakim

khazanahalquran.com – Al-Qur’an memang tidak menyebutkan sifat-sifat seorang hakim secara rinci. Akan tetapi bila kita telusuri, kita akan menemukan ayat-ayat yang menjelaskan sebab-sebab yang menggoyahkan keadilan seorang hakim.

Simak ayat-ayat berikut ini :

1. Mengikuti hawa nafsu mendorong hakim untuk memberi keputusan yang tidak adil.

Adanya berbagai kepentingan, ambisi dan ketamakan dalam diri seorang hakim sangat mempengaruhi sikapnya untuk berbuat adil.

Allah swt memerintahkan Baginda Nabi saw untuk memberi keputusan yang adil dan tidak mengikuti keinginan umatnya.

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ

“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (QS.Al-Ma’idah:49)

Begitu juga dalam ayat lain Allah berfirman kepada Nabi Daud as,

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّه

(Allah berfirman), “Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.” (QS.Shad:26)

2. Adanya hubungan kerabat ataupun hubungan keluarga terkadang membuat hakim tidak berlaku adil. Begitupula kondisi ataupun status seorang yang sedang berurusan dengannya.

Ayat dibawah ini memberi peringatan tegas agar jangan sampai hubungan keluarga ataupun status seseorang membuat seorang hakim memberi keputusan yang tidak adil.

Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.” (QS.An-Nisa’:135)

3. Dendam pribadi seringkali menghalangi seorang hakim untuk berbuat adil.

Adanya dendam pribadi dan permusuhan seringkali membuat seseorang tidak bersikap adil. Siapapun dia, teman atau musuhmu, keluarga atau orang yang tidak kenal denganmu, tetap Al-Qur’an mewajibkan kita untuk berbuat adil kepadanya.

Allah swt berfirman,

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.” (QS.Al-Ma’idah:8)

Inilah beberapa faktor yang membuat seorang hakim dapat memberi keputusan yang berpihak atau tidak adil.

Semoga bermanfaat..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 167 pelanggan lain