Tiada Kesuksesan Tanpa Usaha !

Tiada Kesuksesan Tanpa Usaha !

khazanahalquran.com – Urusan rezeki memang telah dijamin oleh Allah swt bagi setiap hamba-Nya. Namun Allah tidak memberikan semua itu tanpa usaha dari manusia.

Allah ingin melihat manusia berjuang dan berusaha untuk meraih apa yang mereka dambakan. Tanpa usaha jangan berkhayal untuk menanti kesuksesan itu datang. Karena menanti kesuksesan tanpa usaha adalah perbuatan orang yang tidak waras.

Allah swt berfirman,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS.Al-Mulk:15)

Allah hamparkan bumi yang luas ini agar manusia mau berjalan dan berusaha diatasnya..

Allah jamin rezeki hamba-Nya namun manusia diperintahkan untuk mencarinya..

_”…maka jelajahilah di segala penjurunya..”_

Bagi mereka yang mau berjalan, mencari dan berusaha maka mereka layak untuk mendapatkan hasilnya..

_…dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya…._

Nikmati rezeki Allah yang telah disediakan untukmu dari hasil usaha yang kau perjuangkan.

Begitulah Sunnatullah yang telah Allah tetapkan di alam ini. Segala sesuatu harus diraih dengan usaha. Bahkan Al-Qur’an seringkali memberi contoh bahwa hal-hal yang sifatnya mukjizat dari Allah (yang diluar batas kemampuan manusia), disitu masih diselipkan sedikit usaha dari manusia sebagai syarat sempurnanya Sunnatullah.

Coba renungkan ayat berikut ini :

Allah memberikan mukjizat besar kepada Nabi Musa as dengan tongkat yang mampu membelah lautan dan sebagainya. Namun tetap disitu Allah perintahkan Musa untuk melakukan usaha.

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ

Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” (QS.Asy-Syu’ara:63)

Allah memberi mukjizat kepada Nabi Musa as berupa tangan yang bercahaya, namun tetap ada perintah untuk untuk melakukan usaha.

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ

“Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat.” (QS.An-Naml:12)

Nabi Nuh as diberi oleh Allah mukjizat bisa selamat dari banjir yang dahsyat dengan sebuah perahu, namun masih ada perintah agar beliau berusaha membuat perahu tersebut.

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا

Lalu Kami wahyukan kepadanya, “Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami.” (QS.Al-Mu’minun:27)

Berkaitan dengan mukjizat para nabi saja Allah tetap menggandengkannya dengan perintah untuk usaha.

“Pukullah tongkat itu..”

“Masukkan tanganmu kedalam sakumu…”

“Buatlah perahu…”

Jika dalam hal mukjizat saja butuh usaha, apalagi dalam hal-hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.

Siapa yang berusaha pasti akan mendapatkan. Itulah Sunnatullah yang paten diatas alam ini.

Angan-angan dan khayalan tidak akan pernah mengantarkan kita pada prestasi dan cita-cita yang kita inginkan.

Berusahalah dan berusahalah…

Semoga bermanfaat….

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 129 pelanggan lain