Tahukah Anda Berhala Yang Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah?

Tahukah Anda Berhala Yang Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah?

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

أَفَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS.Al-Jatsiyah:23)

Ada beberapa poin menarik yang akan kita bahas dari ayat diatas. Simak renungan-renungan berikut ini :

1. Di kedalaman hati manusia ada berhala yang selalu menyertainya. Tidak sedikit hati manusia yang tunduk, rukuk bahkan bersujud kepada berhala tersebut. Berhala yang bersemayam dalam hati itu disebut HAWA NAFSU.

Banyak manusia yang menyembah berhala ini seperti orang-orang Jahiliyah menyembah Latta dan Uzza.

2. Bagaimana manusia bisa disebut sedang “menyembah hawa nafsunya”? Padahal secara dzahir manusia menyembah Tuhan yang sesuai dengan keyakinan masing-masing?

Dalam kamus Al-Qur’an kata Ibadah (menyembah) sering diartikan dengan kata Taat (tunduk/patuh). Memang secara dzahir kita mengaku menyembah Allah swt, namun secara praktek kita tidak patuh kepada Allah dan lebih patuh kepada keinginan dan hawa nafsu. Karena kepatuhan adalah inti dari penyembahan, maka seorang yang lebih mengutamakan hawa nafsu dibanding ketentuan Allah, ia lebih layak disebut menyembah hawa nafsu.

Dalam ayat lain Al-Qur’an juga menggunakan kalimat “menyembah setan” yang berarti “patuh kepada ajakan setan”, seperti dalam firman-Nya :

أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِين

“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu. (QS.Ya-Sin:60)

3. Lalu apa yang dimaksud dengan kalimat “dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya?”

Makna dari petikan ayat ini adalah Allah swt mengetahui bahwa orang semacam ini tidak layak mendapatkan hidayah dari-Nya. Artinya mereka telah memadamkan semua cahaya hidayah dengan tangan mereka sendiri dan menutup mata, telinga serta hati mereka dari jalan keselamatan.

Bahkan mereka menghancurkan jalan yang masih tersedia untuk kembali kepada Allah swt. Maka dengan semua kebiadaban ini, Allah swt mencabut Rahmat serta Kasih Sayang-Nya dan membiarkannya berada dalam kegelapan yang nyata.

Inilah berhala yang sebenarnya. Tiada berhala yang lebih berbahaya dari hawa nafsu yang bersemayam dalam hati kita. Ketika berhala ini terus diikuti dan ditaati maka ia akan menutup semua pintu rahmat dan pintu keselamatan. Bukankah Rasulullah saw bersabda,

“Tidak ada sesembahan yang paling dibenci oleh Allah dibawah langit ini melebihi hawa nafsu.”

Digambarkan dalam ayat lain, apabila kebenaran dipaksa untuk mengikuti keinginan dan hawa nafsu manusia, maka hancurlah langit dan bumi.

Allah swt berfirman,

وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلۡحَقُّ أَهۡوَآءَهُمۡ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّ

“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya.” (QS.Al-Mu’minun:71)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 177 pelanggan lain