Syarat Meraih Al-Furqan (Kemampuan Membedakan Kebenaran dan Kebatilan)

khazanahalquran.com – يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil).” (QS.Al-Anfal:29)

Al furqan adalah kemampuan untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Entah itu bisa dibedakan dengan indera mata atau harus dengan mata batin.

Kemampuan itu diberikan oleh Allah dengan satu syarat yaitu takwa.

“Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan.”

Di zaman fitnah ini, segala sesuatu menjadi samar. Kebatilan dianggap benar dan kebenaran dianggap tabu. Karena itu Al-furqan  sangat dibutuhkan untuk dapat mengenali keduanya.

Seorang yang telah diberi kemampuan ini oleh Allah akan mampu membedakan kebenaran dan kebatilan dalam banyak hal.

1. Mampu membedakan dalam urusan keyakinan. Yaitu membedakan antara keimanan sejati dengan kekufuran. Atau membedakan antara jalan hidayah dan kesesatan.

2. Mampu membedakan dalam amal. Yaitu membedakan antara ketaatan dan kemaksiatan. Dan antara sesuatu yang diridhoi oleh Allah dan dimurkai-Nya.

3. Atau dia mampu membedakan antara hal-hal yang maslahat (menghasilkan kebaikan) atau madhorot (menambah keburukan). Karena terkadang perbuatan itu terlihat baik tapi efeknya malah menimbulkan kerusakan.

Semua itu adalah buah dari ketakwaan kita kepada Allah. Dan ayat ini menyebut Al-furqan secara umum dan mencakup semuanya.

Dalam ayat lain Allah berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Al-Ankabut:69)

Artinya, dengan meninggalkan perilaku buruk dan dosa-dosa yang menutupi hati, cahaya kebenaran itu akan tersingkap dan menembus hati kita. Semakin kita memperbanyak ketaatan dan meninggalkan dosa, maka cahaya itu semakin bersinar dan terang didalam hati kita.

Rahmat Allah memang mencakup seluruh ciptaan-Nya. Seperti firman-Nya,

كُلًّا نُمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

“Kepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.” (QS.Al-Isra’:20)

Namun cahaya rahmat itu hanya dapat menembus hati yang tidak tertutupi oleh noda-noda dosa. Allah menebar cahaya ilmu dan hakikat kebenaran itu kepada setiap hati, namun hanya hati yang bersih yang mampu menerimanya.

Mari kita bersihkan hati agar mampu meraih ketakwaan. Karena hanya dengan takwa, kita mampu membedakan hakikat kebenaran dan kebatilan.

Semoga Allah selalu membimbing kita dijalan-Nya.

Komentar

LEAVE A REPLY