Sunnah Para Nabi : Menenangkan Hati Orang yang Gelisah

Sunnah Para Nabi : Menenangkan Hati Orang yang Gelisah

khazanahalquran.com – Salah satu ajaran para nabi yang patut kita renungkan adalah kebiasaan mereka untuk menolong dan membantu orang yang sedang gelisah. Mereka selalu menenangkan dan memberi solusi kepada orang-orang yang dilanda rasa takut, sedih dan gelisah.

Seperti Nabi Yusuf as ketika menenangkan Bunyamin, saudara beliau yang baru bertemu sejak berpuluh tahun berpisah. Beliau berkata فَلَا تَبْتَئِس ( jangan engkau bersedih hati ).

وَلَمَّا دَخَلُوا عَلَىٰ يُوسُفَ آوَىٰ إِلَيْهِ أَخَاهُ ۖ قَالَ إِنِّي أَنَا أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, dia (Yusuf) berkata, “Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan engkau bersedih hati terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.Yusuf:69)

Seperti Nabi Syuaib as ketika mendengar apa yang terjadi pada Nabi Musa as. Beliau berkata لَا تَخَفْ (Janganlah engkau takut!)

فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Ketika (Musa) mendatanginya (Syuaib) dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia (Syuaib) berkata, “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zhalim itu.” (QS.Al-Qashash:25)

Juga seperti Nabi Muhammad as yang menenangkan sahabatnya ketika perjalanan hijrah menuju Madinah. Beliau berkata لَا تَحْزَنْ (Janganlah engkau bersedih).

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS.At-Taubah:40)

Dan juga ketika Malaikat menenangkan hati Nabi Luth as, disaat kaumnya akan dibinasakan oleh Allah swt. Dia berkata لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَن (Janganlah engkau takut dan bersedih.)

وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۖ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Luth, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, “Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan).” (QS.Al-Ankabut:33)

Kisah-kisah diatas adalah pelajaran yang sangat berharga, bahwa menenangkan hati orang-orang yang gundah adalah salah satu ajaran penting dari para nabi.

Mari kita belajar untuk peduli kepada saudara kita yang dilanda kesedihan. Karena pertolongan Allah pasti akan datang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 142 pelanggan lain