A young Bahraini Shiite Muslim girl reads the Koran, Islam's holy book, during the holy fasting month of Ramadan at a mosque in the village of Sanabis, west of Manama, on July 27, 2013. AFP PHOTO/MOHAMMED AL-SHAIKH (Photo credit should read MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images)

Sudahkah Kita Menjalankan Perintah “Iqro’ !” ?

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ * خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ * اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ * الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَم

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, ِYang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.” (QS.al-Alaq:1-4)

Tidak asing lagi bahwa ayat diatas adalah seruan pertama dari Al-Qur’an yang turun kepada Baginda Nabi Muhammad saw.

Allah memulai fase hidayah dengan seruan untuk membaca. Bahkan perintah ْإِقْرَأ “Bacalah !” itu diberi penekanan hingga diulang dua kali.

Jika kita perhatikan, perintah ini bukanlah sesuatu yang remeh. Ayat pertama yang turun dari Allah kepada Nabi termulia adalah perintah untuk membaca. Dengan kata lain, Allah ingin menekankan pentingnya membaca, mecari ilmu dan belajar.

Sebagai umat Nabi Muhammad saw, sudahkah kita benar-benar membaca?

Hari ini, setelah 14 abad berlalu.. Sudahkah kita menjawab seruan “Bacalah… !” tersebut? Sudahkah kita melaksanakan perintah ini?

Mari kita merenung sejenak…

Dari 114 Surat dalam Al-Qur’an, Al-Alaq menjadi surat yang pertama kali turun. Bahkan nama Al-Qur’an pun diambil dari kalimat َقَرَأ (membaca) dan ayat pertamanya adalah ْإِقْرَأ (Bacalah !).

Dari fenomena diatas, tidakkah kita merasakan betapa pentingnya membaca? Tidakkah kita merasakan bagaimana perhatian Al-Qur’an tentang masalah ini? Tentu yang dimaksud bukan sekedar membaca, tapi membaca dengan memiliki tujuan.

Kita semua tahu bahwa Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur’an An-Natiq (Qur’an yang berbicara). Maka sebelum membaca Al-Qur’an, tugas kita hari ini adalah membaca dan mengenali nabi kita. Agar pengenalan kita semakin dalam, kecintaan kita pun semakin kuat hingga melahirkan ketaatan dan kepatuhan mutlak kepada beliau.

Maka dari sinilah kita akan memulai untuk membaca dan mengenali bagaimana Islam yang sebenarnya.

Bacalah dan bacalah !

Komentar

LEAVE A REPLY