Sudahkah Kita Berpikir?

Sudahkah Kita Berpikir?

Khazanahalquran.com – Islam adalah agama fitrah yang sejalan dengan naluri manusia. Ajarannya mengajak kita untuk banyak merenung dan memanfaatkan akal sebaik-baiknya.

Islam mengajak kita untuk merenungkan bagaimana langit dan bumi tercipta. Bagaimana siang dan malam saling bergantian menempati posisinya. Bagaimana hidup dan mati terjadi setiap harinya.

Seringkali Al-Qur’an menggunakan kata ينظرون yang bermakna “melihat dengan mata” untuk menggugah kesadaran manusia agar merenungkan ciptaan disekitarnya.

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ * وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ * وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? (QS.al-Ghasiyah:17-19)

Kita diperintahkan untuk melihat seluruh keajaiban alam ini dengan mata. Siapa yang menciptakan semua kehebatan ini? Siapa yang mengaturnya?

Sering pula Al-Qur’an menggunakan kata يُبصرون yang dimaknai dengan melihat tidak hanya dengan mata, tapi lebih dalam dari itu. Yaitu melihat dengan Bashiroh (mata hati). Karena banyak hal yang tidak mampu dilihat oleh mata.

وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (adh-Dzariyat:21)

Ketika kita ingin merenungkan sesuatu yang lebih dahsyat dari alam semesta ini, maka lihatlah ke dalam diri kita. Bagaimana kita bernafas? Bagaimana hati ini bekerja? Bagaimana akal berpikir? Bagaimana perut mencerna? Bagaimana kotoran keluar dari perut? Bagaimana darah mengalir? Bagaimana kita bangun dan tidur? Bagaimana kita senang, sedih atau marah?

Coba renungkan ! Semua ini adalah fenomena yang luar biasa. Akankah semua itu terjadi secara tiba-tiba? Atau ada yang mengatur dan menciptakannya?

Maka hasil dari perenungan panjang itu, kita hanya mampu mengucap

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.Ali Imran:191)

Artinya renungan itu membuat kita sadar bahwa segala sesuatu tercipta tidak dengan sia-sia. Konsekuensinya kita akan bertekad untuk tunduk dan patuh pada Sang Pencipta. Tentunya dengan meninggalkan seluruh larangan-Nya yang menjerumuskan ke neraka, dan melakukan semua perintah-Nya yang mengantarkan kita ke surga.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 147 pelanggan lain