Sisi Lain dari Kisah Ashabul Kahfi

Sisi Lain dari Kisah Ashabul Kahfi

khazanahalquran.com – Sebelumnya kita telah menyebutkan 5 pelajaran luar biasa dark kisah Ashabul Kahfi. Dan kali ini kita akan kembali mengungkap hikmah-hikmah lain dari kisah dahsyat ini.

1. Dari Ashabul Kahfi kita belajar nilai dari kesucian makanan. Bahkan dalam kondisi yang sulit sekalipun.

فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا

“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun. (QS.Al-Kahfi:19)

Karena makanan manusia memiliki pengaruh yang besar bagi ruh, pikiran dan hati manusia. Dan ketika makanan itu telah bercampur dengan hal-hal yang haram ataupun najis maka  efek dari makanan itu akan menjauhkannya dari jalan Allah swt.

2. Pentingnya berpegangan dan selalu meminta pertolongan kepada Allah. Dan ucapkan “Insya Allah” dalam setiap urusan yang akan datang. Karena kita tidak memiliki daya upaya sedikitpun dihadapan-Nya.

3. Kita melihat bahwa Al-Qur’an menyebut mereka sebagai “para pemuda” sementara menurut riwayat umur mereka tidaklah muda. Bahkan sebagian dari mereka adalah para mentri dari penguasa kala itu. Hal ini semakin menguatkan bahwa Ashabul Kahfi tidaklah muda dari segi umur. Tapi mereka muda dari sisi keperkasaan, keberanian, kesucian dan saling memahami satu sama lain.

4. Pentingnya dialog dan argumentasi yang logis untuk melawan para penentang kebenaran.

Seperti sebuah dalil dari Ashabul Kahfi yang diabadikan dalam ayat ini,

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَٰهًا ۖ لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا – هَٰؤُلَاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً ۖ لَوْلَا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ ۖ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا

Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.

Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? (QS.Al-Kahfi:14-15)

Dasar dari setiap perjuangan para nabi dan para pemimpin ilahi dalam melawan para penentang kebenaran adalah dengan argumentasi yang logis dan mematahkan pola pikir sesat mereka.

5. Dari kisah ini semakin jelas bahwa sangat mudah bagi Allah untuk membangkitkan kembali jasad manusia dan menghidupkan mereka kembali di hari kebangkitan.

Tentu masih banyak lagi pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Ashabul Kahfi. Semoga sebagian yang kita sebutkan dapat bermanfaat bagi kehidupan kita.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 142 pelanggan lain