Siapa Sebenarnya Mukmin yang Ikhlas Itu?

Khazanahalquran.com – Hari-hari ini kita merasakan bahwa kata “mukmin” menjadi kata yang bias. Semua mengaku mukmin dan merasa yang paling beriman. Padahal Allah SWT berfirman,

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

“Dan sebagian besar dari mereka tiperdagangan, kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS.Yusuf:106)

Bahkan jika kita mengaca pada diri sendiri, mungkin kita belum termasuk seorang mukmin sejati yang memiliki keikhlasan hati.

Lalu apa tanda-tanda mukmin yang ikhlas menurut Al-Qur’an?

Orang mukmin yang ikhlas itu :
1. Dalam ibadah, tidak menyembah apapun selain Allah.

وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS.al-Kahfi:110)

2. Dalam ber-infaq tidak mengharap pamrih ataupun balasan dari Manusia.

لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS.al-ihsan:9)

3. Dalam berdakwah, tidak melihat berapa besar upah yang didapatkan. Hanya berharap balasan dari Allah.

إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ

“Upahku hanyalah dari Allah.” (QS.Huud:29)

4. Dalam pernikahan, tidak takut miskin dan bertawakal atas janji Allah dalam firman-nya.

إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.” (QS.An-Nur:32)

5. Dalam berinteraksi dengan manusia, meletakkan segala sesuatu atas dasar keridhoan Allah.

قُلِ اللَّهُ ثُمَّ ذَرْهُم

Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka.” (QS.al-An’am:91)

6. Dalam perjuangan dan jihad, tidak takut kepada selain Allah.

وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّه

“dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah.” (QS.al-Ahzab:39)

7. Dalam urusan cinta, tidak ada yang lebih dicintainya melebihi kecintaannya kepada Allah.

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّه

“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS.Al-Baqarah:165)

8. Dalam pekerjaan dan perdagangan, tidak pernah lepas dari mengingat Allah.

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّه

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah.” (QS.An-Nur:37)

Sudahkah kita menjadi mukmin yang ber-hati ikhlas? Mari kita koreksi dari masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 129 pelanggan lain