Seruan Islam adalah Seruan Universal !

Seruan Islam adalah Seruan Universal !

khazanahalquran.com – Dalam pembukaan Surat Al-Baqarah, Al-Qur’an membagi tipe masyarakat dalam tiga kelompok.

(1) Orang-Orang Beriman.

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS.Al-Baqarah:3)

(2) Orang-Orang Kafir.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.” (QS.Al-Baqarah:6)

(3) Orang-Orang Munafik.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ – يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Dan di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.” (QS.Al-Baqarah:8)

Dan yang menarik dari pembagian ini, Al-Qur’an membagi tipe manusia berdasarkan pola pikir mereka, bukan berdasar pada warna kulit, suku, ras maupun hal-hal lainnya. Sehingga darimanapun ia berasal, apapun warna kulitnya, setiap orang bisa berpindah dari satu tipe kelompok menuju kelompok yang lain.

Setiap manusia bebas menentukan pilihannya dalam keyakinan dan jalan pikiran. Sementara dimana ia dilahirkan dan dari bangsa mana ia berasal adalah sebuah ketentuan yang tidak ada pilihan didalamnya.

Setelah Al-Qur’an membagi manusia dalam tiga kelompok diatas. Ayat selanjutnya memberi pesan dan peringatan penting bagi setiap manusia.

Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS.Al-Baqarah:21)

Dan masih banyak lagi ayat yang senada dengan ayat diatas seperti :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu.” (QS.An-Nisa’:1)

Panggilan Allah kepada hamba-Nya adalah sebuah seruan umum yang merangkul semua manusia. Begitupula seruan para Nabi dan Rasul serta kaum mukminin, seruan mereka adalah dalam rangka menyelamatkan manusia seluruhnya, tidak ada tebang pilih dan membeda-bedakan suku, ras ataupun warna kulit. Karena Islam tidak datang untuk satu golongan tertentu. Islam adalah agama Universal yang melihat setiap manusia sama dihadapan Tuhannya.

Karena itu seruan Al-Qur’an seringkali ditujukan untuk seluruh manusia, tanpa membeda-bedakan siapa mereka. Seperti kalimat :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ…

“Wahai sekalian manusia…”

يَا بَنِي آدَم…

“Wahai anak Adam..”

Semua seruan ini begitu hangat dan merangkul semua manusia. Tidak ada satupun seruan Ilahi dan seruan para utusan-Nya yang bernada kasar dan rasis. Tidak ada satupun seruan suci yang bernada kasar dan menyakiti.

Apabila ada seruan kepada kaum tertentu seperti “Wahai Bani Israil…” Maka hal itu disebabkan karena Allah sedang mengutus seorang nabi untuk menyelesaikan masalah pada kaum tersebut.

Bukankah pintu kota ilmu Nabi, Sayyidina Ali bin Abi tholib pernah berpesan :

النّاسُ صِنْفانِ إمّا أَخٌ لَكَ في الدِّيْنِ، أو نَظِيرٌ لَكَ في الخَلْقِ

“Manusia terbagi menjadi dua golongan, yaitu saudaramu sesama agama atau kerabatmu sesama ciptaan (Allah swt).”

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 171 pelanggan lain