Seringkali Yang Direndahkan adalah Orang Mulia Disisi Allah !

Seringkali Yang Direndahkan adalah Orang Mulia Disisi Allah !

khazanahalquran.com – 1. Nabi Nuh as dituduh sesat,

قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Pemuka-pemuka kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS.al-A’raf:60)

Padahal disisi Allah, beliau adalah Nabi Ulul Azmi.

2. Nabi Ibrahim as disebut “masih kenakan-kanakan” dengan penuh kerendahan,

قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ

Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.” (QS.Al-Anbiya’:60)

Padahal disisi Allah beliau adalah Kholilurrahman..

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya).” (QS.An-Nisa’:125)

3. Nabi Musa as dihinakan dan diejek “tidak mampu berbicara dengan baik.”

أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ

“Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?” (QS.Az-Zukhruf:52)

Padahal disisi Allah beliau adalah Kalimullah.

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

“Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.” (QS.An-Nisa’:164)

4. Nabi Hud as disebut dungu dan pembohong.

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

“Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS.Al-A’raf:66)

Padahal disisi Allah beliau adalah Nabi yang begitu mulia.

5. Nabi Muhammad saw sebagai Nabi termulia dari seluruh nabi. Beliau pun juga tidak lepas dari ejekan, fitnah dan tuduhan. Hal itu dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an.

Dituduh penyair dan orang gila,

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ

Dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?” (QS.Ash-Shaffat:36)

Dituduh penyihir dan pembohong,

وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

“Dan orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta.” (QS.Shad:4)

Padahal disisi Allah beliau adalah Habibullah.

Dan begitulah seterusnya. Para nabi selalu dituduh, dihina dan direndahkan oleh orang-orang bodoh dan para penolak kebenaran. Namun mereka adalah makhluk-makhluk pilihan disisi Allah.

Karena itu jangan sampai ocehan-ocehan mereka membuat kita hanyut dalam kesedihan. Tetaplah tegak dan percaya diri selama kita berada dijalan kebenaran !

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 142 pelanggan lain