Semua Yang Kita Miliki Adalah Pemberian-Nya !

Semua Yang Kita Miliki Adalah Pemberian-Nya !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” (QS.Asy-Syura:36)

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa apapun yang ada pada kita sebenarnya bukan dari kita sendiri. Tapi semua itu hanyalah anugerah yang bersumber dari kasih sayang-Nya. Semua adalah pemberian karena kita terlahir di dunia ini dengan tangan kosong, tak memiliki apa-apa.

“Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu….”

Dalam ayat lain ketika Allah memerintahkan kita untuk menginfakkan sebagian harta yang kita miliki, dengan bahasa yang sama Allah berfirman,

وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ

“Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.” (QS.An-Nur:33)

Kenikmatan-kenikmatan ini hanyalah kenikmatan dunia semata. Sementara kenikmatan dunia dalam kacamata Al-Qur’an adalah hal yang sangat remeh dan akan segera sirna.

Kenikmatan duniawi diberikan kepada siapapun, sementara kenikmatan di sisi-Nya hanya diberikan kepada orang-orang tertentu. Tak sembarang orang layak mendapatkannya.

“Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman…”

Ayat ini ingin mengajarkan bahwa semua pemberian Allah yang telah kita terima didunia, jika kita gunakan dijalan Allah maka akan dibalas dengan sesuatu yang lebih baik dan kekal disisi-Nya. Jangan merasa sayang untuk mengeluarkan kenikmatan dunia demi meraih kenikmatan abadi.

Kemudian ayat ini ditutup dengan fiil mudhori’ dalam kalimat يتوكلون , yakni orang-orang yang senantiasi bertawakal. Kalimat ini mengisyaratkan bahwa seorang mukmin harus mewarnai setiap detik kehidupannya dengan tawakal dan pasrah pada ketentuan-Nya.

Sebagai penutup, pelajaran dahsyat dari ayat ini adalah semua yang ditangan kita adalah pemberian Allah. Sementara kenikmatan duniawi itu begitu remeh, seperti dalam sabda Nabi Muhammad saw yang menjelaskan bahwa andai saja dunia ini punya nilai disisi Allah seperti sayap nyamuk, maka orang kafir tidak akan diberi walau seteguk air. Namun karena dunia ini sama sekali tidak bernilai dihadapan-Nya maka semua makhluknya diberi kenikmatan.

Karena itu marilah kita tak hanya berlomba meraih kenikmatan duniawi, tapi berjuang lah untuk meraih kenikmatan abadi disisi Allah, yang hanya disiapkan untuk orang-orang yang beriman.

Semoga bermanfaat….

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 143 pelanggan lain