Renungkanlah Anugerah dan Kemuliaan Allah !

Renungkanlah Anugerah dan Kemuliaan Allah !

khazanahalquran.com – Kali ini kita akan merenungkan beberapa ayat tentang anugerah dan kemuliaan Allah yang tak mampu kita bayangkan.

(1)

Dia lah yang memberi kita hidayah dan petunjuk untuk berbuat kebaikan, namun Dia pula yang berfirman :

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

“Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” (QS.Ar-Rahman:60)

Seakan kebaikan itu adalah milik kita. Seakan perbuatan baik itu adalah murni hasil dari diri kita sendiri. Padahal setiap kebaikan yang kita lakukan adalah bimbingan dari-Nya.

Adakah kebaikan dan kemuliaan yang melebihi kebaikan-Nya?

(2)

Allah yang memberi kehidupan dan seluruh harta yang kita miliki, namun Dia pula yang berfirman :

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS.At-Taubah:111)

Seakan jiwa dan harta ini milik kita padahal semua itu adalah milik-Nya dan pemberian dari-Nya.

Kemudian Allah membeli jiwa dan harta yang sebenarnya milik-Nya itu dengan harga yang begitu mahal yaitu surga.

Adakah kebaikan dan kemuliaan yang melebihi kebaikan-Nya?

(3)

Manusia lahir dalam keadaan telanjang dan tak memiliki sesuatu, kemudian Allah memberinya segala sesuatu yang ia butuhkan. Memberinya kekayaan dan harta. Lalu kemudian Dia pula yang berfirman :

وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا

“Dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (QS.Al-Muzzammil:20)

Allah memohon hutang padahal semua yang kita miliki adalah milik-Nya dan pemberian dari-Nya.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً

“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak.” (QS.Al-Baqarah:245)

Ketika ingin meminta kita untuk bersedekah, Allah menggunakan bahasa

“Hutangilah Aku, nanti aku ganti dengan berlipat ganda.”

Adakah kebaikan dan kemuliaan yang melebihi kebaikan-Nya?

Ketika kita menyaksikan kemurahan, kebaikan dan kemuliaan Allah semacam ini, tidakkah kita malu dihadapan-Nya?

Kita yang telah dimanja dan diberi segalanya, masihkah kita akan melanggar dan melawan perintahnya?

Bukankah ini waktu yang paling tepat untuk kita menundukkan kepala dan mengucap syukur atas semua kebaikan ini?

Semoga bermanfaat ..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain