Rasa Takut Yang Dihiasi dengan Harapan

Rasa Takut Yang Dihiasi dengan Harapan

khazanahalquran.com – Kali ini kita akan merenungkan salah satu ayat dalam Surat Qaf.

Allah swt berfirman,

مَّنۡ خَشِيَ ٱلرَّحۡمَٰنَ بِٱلۡغَيۡبِ وَجَآءَ بِقَلۡبٖ مُّنِيبٍ

“(Yaitu) orang yang takut kepada Allah Yang Maha Pengasih sekalipun tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat.” (QS.Qaf:33)

Setiap keunikan dan pilihan kata dalam Al-Qur’an memiliki makna yang dalam. Dalam ayat ini kita akan menemukan kata خَشِيَ (takut) bergandengan dengan kata الرَّحمٰن (Yang Maha Pengasih).

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa kalimat “orang yang takut” digandengankan dengan “Yang Maha Pengasih”.

Mengapa tidak disebut “Takut kepada Yang Maha Kuasa” atau “Takut kepada Yang Maha Perkasa”?

Mengapa kalimat takut dalam ayat ini malah menggunakan pilihan kalimat “Takut kepada Yang Maha Pengasih”?

Disinilah letak keindahan Al-Qur’an. Bahwa dibalik rasa takut seseorang kepada Allah, ada harapan yang sangat besar dengan Rahmat-Nya yang luas.

Namun dibalik keyakinan mereka kepada Rahmat dan Kasih Sayang Allah yang sangat luas, tidak mengurangi rasa takut mereka kepada-Nya.

Seringkali seseorang memandang Allah swt sebagai Dzat Yang Maha Penyayang sehingga ia meremehkan maksiat dan perbuatan dosa karena yakin pasti akan diampuni oleh Allah swt. Harapannya terlalu berlebihan sehingga mengabaikan rasa takut kepada Allah.

Karena itu, ayat singkat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga tentang seimbangnya harapan dan rasa takut kepada Allah. Bagaimana seorang mukmin tetap merawat rasa takutnya yang diimbangi dengan harapannya yang luar biasa kepada Rahmat Allah swt.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 179 pelanggan lain