Percaya dengan Akhirat Saja Tak Cukup !

khazanahalquran.com – Menjalani hidup memang tak mudah. Salah besar bila seorang manusia berharap kehidupannya selalu mulus tanpa hambatan.

Kehidupan bagaikan alat deteksi jantung yang selalu naik dan turun. Ketika garis menjadi lurus, maka itu adalah tanda kematian. Begitupula bila kita mengharapkan kehidupan tanpa masalah dan hambatan, maka jalan satu-satunya adalah kematian.

Nah, bagaimana cara agar kita kuat menghadapi segala permasalahan ini?

Salah satu yang terpenting adalah yakin kepada akhirat. Tak cukup percaya, tapi harus yakin.

Allah swt berfirman,

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

“Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.” (QS.Al-Baqarah:4)

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

“(yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.” (QS.An-Naml:3)

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

“(yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan mereka meyakini adanya akhirat.” (QS.Luqman:4)

Mengapa kita masih bermaksiat? Karena masih sekedar percaya dan belum yakin kepada akhirat.

Mengapa kita mudah pesimis dan putus asa? Karena kadar keyakinan kita pada akhirat masih lemah.

Mengapa banyak orang yang berada di puncak popularitas dan bergelimang harta namun memilih untuk bunuh diri? Karena mereka tidak memiliki keyakinan bahwa ada kehidupan selanjutnya setelah kehidupan dunia ini.

Keyakinan kita pada akhirat membuat kita kuat dan menjadikan jiwa kita stabil dalam menghadapi berbagai gejolak kehidupan. Keyakinan itu pula yang menguatkan kita untuk berpegang pada syariat yang akan mengantarkan kita pada kebahagiaan abadi.

Di ayat lain Allah menjelaskan bahwa siksaan yang menimpa seseorang di akhirat adalah akibat dari melupakan akhirat ketika ia hidup di dunia. Karena orang yang yakin pada kehidupan akhirat tidak akan pernah melupakannya.

إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

“Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS.Shad:26)

Semoga bermanfaat..

Komentar

LEAVE A REPLY