Perbedaan Antara Rasa Takut dan Kesedihan

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS.Fushilat:30)

Sebagian ahli tafsir menyebutkan perbedaan antara rasa takut dan kesedihan menurut pandangan Al-Qur’an.

أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا

“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati.”

Rasa takut digambarkan sebagai kegelisahan manusia dengan sesuatu yang akan datang. Mereka risau dengan nasib yang akan menimpa mereka di kemudian hari.

Sementara kesedihan itu terkait dengan kejadian-kejadian yang terjadi di masa lampau.

Dari makna ini seakan menggambarkan ucapan malaikat pada ayat diatas, “Agar jangan kalian gelisah dengan  kesulitan yang menanti kalian, apakah itu di dunia maupun di akhirat. Dan jangan bersedih atas dosa-dosa kalian yang lalu, atau karena memikirkan anak-anak yang akan hidup setelah kalian.”

Dalam ayat ini kata “rasa takut” didahulukan atas kata “kesedihan” sebagai tanda bahwa seorang mukmin lebih risau terhadap kejadian yang akan datang (terutama nasib di alam akhirat) daripada kesedihan duniawi dimasa lalu.

Sebagian ahli tafsir juga menyebutkan bahwa,

“Rasa takut yang dimaksud berkaitan dengan rasa takut atas siksa Allah sementara kesedihan itu berupa penyesalan atas pahala yang terlewatkan.”

Sementara tugas Malaikat adalah menumbuhkan harapan pada hati manusia diantara rasa takut dan kesedihan dengan anugerah ilahi dan karunia-Nya yang luas.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY