Pengaruh “Iman Kepada Ghaib” Dalam Kehidupan Manusia

Pengaruh “Iman Kepada Ghaib” Dalam Kehidupan Manusia

khazanahalquran.com – Mengimani yang “ghaib” adalah salah satu pilar terpenting dalam Akidah Islam. Al-Qur’an pun berulangkali menyebut masalah ini seperti dalam firman-Nya,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS.Al-Baqarah:3)

الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat.” (QS Al-Anbiya’:49)

Mengimani sesuatu yang “ghaib” menjadi begitu penting karena memberi pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Bagaimana pengaruh yang akan didapatkan?

Orang yang meyakini “sesuatu yang ghaib” akan merasa bahwa pandangan Allah tidak pernah terlepas darinya. Setiap langkah dan gerakan yang ia lakukan selalu dalam pantauan Allah swt.

Maka pengaruh dari keyakinan ini adalah ia merasa malu dan takut untuk berbuat dosa walaupun dalam keadaan sendiri dan tak seorang pun yang melihatnya.

قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Katakanlah (Muhammad), “Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.” (QS.Al-An’am:15)

Seperti contoh jika seorang pejabat yang beriman kepada “yang ghaib”. Ia melihat orang-orang sekitarnya memanfaatkan kesempatan untuk korupsi dan menambah kekayaan secara instan. Namun ia lebih memilih bersabar dengan hidup yang pas-pasan demi meraih kehidupan yang lebih baik di akhirat. Seakan hatinya berkata,

فَمَا آتَانِيَ اللَّهُ خَيْرٌ مِمَّا آتَاكُمْ

“Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu.” (QS.An-Naml:36)

Beriman kepada yang ghaib memberi pengaruh besar dalam setiap langkah yang ingin kita ambil. Sayyidina Ali bin Abi tholib pernah berpesan,

اِتَّقِ الْمَعَاصِي فِي الْخَلَوَاتِ فَإِنَّ الشَّاهِدَ هَوَ الْحَاكِم

“Berhati-hatilah bermaksiat ditempat yang tersembunyi, karena yang menyaksikan adalah yang akan menghakimi.”

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 142 pelanggan lain