Pelanggaran Bermula dari Setitik Kesombongan !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka), “Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah).” (QS.Al-Ahqaf:20)

Ada hal yang menarik ketika kita mengkaji fenomena api neraka dalam Al-Qur’an. Terkadang sebelum dimasukkan kedalamnya, orang-orang kafir diperlihatkan (dihadapkan) kepada api tersebut.

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka…”

Terkadang api neraka yang didatangkan (dihadapkan kepada mereka),

وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا

“Dan Kami perlihatkan (neraka) Jahanam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir.” (QS.Al-Kahfi:100)

Dalam ayat lain, bahkan mereka langsung diseret masuk tanpa diperlihatkan terlebih dahulu,

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ – ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

” (Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. (QS.Al-Haqqah:30-31)

Ayat-ayat diatas ingin memperingatkan bahwa silahkan anda bersenang-senang dan berfoya-foya dengan kenikmatan duniawi, puaskan dirimu untuk melakukan apapun, tapi ingatlah ada balasan yang menanti di akhir perjalanan.

Allah memberi fasilitas dan kenikmatan dunia memang untuk kita gunakan dan kita nikmati. Namun gunakan fasilitas itu dijalan yang baik, karena Allah tidak pernah mengharamkan kenikmatan dunia, seperti dalam firman-Nya

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? (QS.Al-A’raf:32)

Manusia sering congkak ketika memiliki kelebihan duniawi, maka kelak mereka tidak hanya merasakan siksaan fisik namun mereka juga akan merasakan siksaan batin di akhirat. Mereka merasa mulia dan tidak butuh kepada Allah di dunia, dan kelak mereka akan disiksa dengan penuh kehinaan yang menyiksa batin mereka.

 فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

“Pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu sombong di bumi.” (Qa.Al-Ahqaf:20)

Sebagai penutup, ada yang menarik pada akhir ayat pertama yang kita sebutkan tadi. Allah mendahulukan kalimat,

بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُون

“Karena kamu sombong di bumi…”

Sebelum kalimat,

وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ

“Dan karena kamu berbuat durhaka…”

Urutan kalimat ini seakan ingin menjelaskan bahwa manusia melakukan pelanggaran karena ada kesombongan dalam hati mereka. Karena pangkal dari segala perbuatan buruk adalah kesombongan, ketika ada setitik sombong di hati maka akan mendorong kita untuk melakukan pelanggaran demi pelanggaran. Mengapa bisa demikian? Karena orang yang sombong merasa tidak butuh dan tidak takut kepada Allah swt.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY