Neraka adalah Ibu bagi Orang Durjana!

khazanahalquran.com – Al-Qur’an sering bercerita tentang sebuah tempat bernama neraka. Tempat itu adalah tempat kembalinya orang-orang durjana dan melampaui batas. Sebagaimana firman Allah swt,

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا – لِلطَّاغِينَ مَآبًا

“Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka), menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.” (QS.An-Naba’:21-22)

Apakah mereka sebelumnya pernah tinggal di neraka sehingga Allah menyebutnya “tempat kembali”?

Tentu mereka tidak pernah tinggal di neraka sebelumnya. Tapi ada rahasia yang harus kita pahami bahwa seakan manusia lah yang membangun neraka itu dengan perbuatannya di dunia.

Kekejian demi kekejian, dosa demi dosa dan kejahatan demi kejahatan yang kita perbuat adalah bahan yang membentuk neraka. Saat manusia masuk kedalamnya seakan Allah berkata kepadanya, “Hai manusia, ini tempat yang kau bangun selama ini. Maka sekarang rasakan tempat kembalimu ini.”

Namun yang menarik, dalam Surat Al-Qari’ah ketika Allah menceritakan orang-orang yang amal baiknya ringan dan amal buruknya lebih berat, Allah menceritakan,

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ – فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

“Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.” (QS.Al-Qari’ah:8-9)

“Tempat kembali” dalam ayat ini menggunakan kata “Ummu” yang bermakna ibu. Seorang ibu disebut ibu karena setiap anak akan kembali pada ibunya.

Setiap orang yang berbuat durjana seakan ia sedang membangun tempat untuk dia kembali. Dosa demi dosa itu nantinya akan menjadi “ibu” tempat ia kembali.

Surga atau neraka adalah tempat yang kau bangun dengan amalmu di dunia.

Rasulullah saw berpesan kepada seorang pemuda tentang orang tuanya,

هُمَا جَنَّتُكَ أَوْ نَارُكَ

“Keduanya adalah surgamu atau nerakamu !”

Maka bangunlah surgamu dengan perbuatan baik khususnya dengan berbakti kepada orang tua.

Semoga bermanfaat…

Komentar

1 KOMENTAR

  1. Assalammualaikum ustad sy ingin bertanya Apa hukum dalam islam dgn mendzolimi diri sendiri dgn membiarkan orang lain berfikir buruk tentang dirinya ? Bknnya kita mencegah orang lain berfikir buruk tentang dirinya tetapi malah membiarkan.terima kasih ustad

LEAVE A REPLY