Mustahil Bahagia Akan Datang, Bila Hatimu Masih Tercemar !

Mustahil Bahagia Akan Datang, Bila Hatimu Masih Tercemar !

khazanahalquran.com – Orang-orang yang mencintaimu tentu ingin melihatmu bahagia. Mereka melakukan berbagai cara untuk membahagiakanmu. Namun tetap saja pada akhirnya kunci kebahagiaan itu ada ditanganmu sendiri.

Dukungan sebesar apapun dari orang lain tidak akan berarti jika kita tidak melangkah menuju kebahagiaan.

Apa itu kebahagiaan?

Apakah banyaknya harta? Tingginya jabatan? Atau lengkapnya keluarga?

Ya, mungkin bagi beberapa orang itulah yang disebut kebahagiaan. Tapi semua itu takkan berarti tanpa hati yang tenang.

Apa nilai dari banyaknya harta jika hati selalu gelisah?

Apa nilai dari tingginya jabatan bila hati selalu sumpek?

Apa nilai dari lengkapnya anggota keluarga bila tidak ada keharmonisan didalamnya?

Bahagia adalah urusan hati. Bila hati tenang, maka kita akan melihat seluruh sisi kehidupan ini dengan kacamata keindahan dan rasa syukur.

Lalu apa syarat tenangnya hati?

Hati yang tenang adalah hati yang bersih dari iri, dengki, buruk sangka dan penyakit-penyakit hati yang lainnya.

Selama masih ada dendam, iri dan buruk sangka maka kehidupan kita akan jauh dari kata bahagia.

Sebaliknya, bila hati kita bersih dari semua penyakit itu, maka hidup kita akan bahagia bagaimanapun kondisinya.

Begitulah penduduk surga. Mereka tidak akan merasakan berbagai kenikmatan didalamnya bila dalam hati mereka masih dikuasai oleh dendam, hasud, kedengkian dan sebagainya.

Bukankah Allah swt berfirman,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.Al-A’raf:43)

Dalam ayat lain Allah berfirman,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS.Al-Hijr:47)

Ketika hati telah bersih dari perasaan-perasaan dendam, iri dan buruk sangka maka itulah kebahagiaan yang sebenarnya.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 127 pelanggan lain