Menjaga Amanat dan Menerapkan Keadilan

Menjaga Amanat dan Menerapkan Keadilan

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS.An-Nisa’:58)

Dalam ayat ini Allah swt memberikan isyarat tentang dua hal yang sangat penting untuk diwujudkan ditengah masyarakat. Karena tanpa keduanya, maka kondisi masyarakat akan menjadi terpuruk dan kacau.

Dua hal penting itu adalah menjaga amanat dan menerapkan keadilan.

Dua hal ini adalah pondasi untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan setiap individu didalamnya akan mendapatkan haknya masing-masing.

(1). Menjaga Amanat.

Seakan ayat ini ingin memberikan isyarat bahwa harta, kedudukan, kemuliaan, ilmu dan apapun yang berkaitan dengan manusia adalah amanat dari Allah swt. Maka setiap muslim harus menjaga amanat yang diberikan kepadanya dan menyerahkan amanat itu pada tempatnya masing-masing.

(2). Menerapkan Keadilan.

Dalam hidup bermasyarakat pasti akan ada gesekan, perselisihan ataupun kesalah pahaman. Maka demi menjaga stabilitas masyarakat itu diperlukan hukum yang adil dan ketentuan-ketentuan yang melawan kedzaliman.

Tapi yang menarik dari ayat ini, Allah swt mendahulukan urusan amanat daripada masalah keadilan.

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.”

Karena ternyata ketidak adilan itu muncul dari pengkhianatan. Mustahil keadilan itu akan terwujud bila amanat tidak sampai pada yang berhak menerimanya. Keadilan sulit tercapai karena masih banyak oknum-oknum yang berkhianat ditengah masyarakat. Karena itulah Allah swt mendahulukan urusan menjaga amanat sebelum berbicara masalah keadilan.

Tentunya amanat dalam ayat ini bersifat mutlak. Ada amanat Allah berupa perintah dan larangannya, ada pula amanat dari Rasulullah saw dan amanat antar sesama. Bisa berupa harta, kedudukan atau lain sebagainya.

Maka tidak heran bila seorang muslim disebut muslim ketika ia mampu menjaga amanatnya.

لَا إِيمَانَ لِمَن لَا أمَانَةَ لَهُ

“Tidak ada iman bagi seorang yang tidak menjaga amanat.”

Dalam berbagai riwayat lain juga disebutkan bahwa salah satu tanda orang munafik adalah bila diberi amanat, ia berkhiatanat.

Karenanya mari kita menjaga ketentraman dan kesejahteraan ditengah masyarakat dengan saling menjaga amanat dan menerapkan keadilan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS.Al-Anfal:27)

Semoga bermanfaat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 187 pelanggan lain