Khazanahalquran.com – Sebelumnya kita telah membahas dua wasiat Luqman Al-Hakim sebagai pondasi awal untuk kehidupan manusia. Baca : Mengkaji Wasiat Luqman Al-Hakim dalam Al-Qur’an (bag 1). Dan dua pesan itu adalah agar kita tidak menyekutukan Allah dan selalu sadar bahwa Dia selalu Melihat apapun yang kita perbuat.
Wasiat selanjutnya adalah berkaitan tentang amal perbuatan yang harus menjadi pegangan kita. Apa saja wasiat itu?

 

3. Tegakkan solat !

Amal perbuatan pertama yang diwasiatkan adalah solat. Namun perintahnya bukan “Lakukan solat !”, tapi “tegakkan solat !”. Luqman berkata,

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat..” (QS.Luqman:17)

Arti menegakkan solat adalah melakukan solat dengan cara yang benar. Tidak hanya memperhatikan gerakan namun juga memperhatikan kehadiran jiwa didalamnya.

Lalu kenapa solat menjadi wasiat pertama?

Karena solat adalah amal yang sangat menentukan. Jika solatnya benar maka amal lainnya akan benar. Dan jika solatnya diterima maka amal perbuatan lainnya akan diterima.

 

4. Ajaklah orang lain kepada kebaikan !

Setelah wasiat tentang hubungan dengan Allah, kita juga harus peduli untuk mengajak orang lain kepada kebaikan. Luqman berkata,

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf.” (QS.Luqman:17)

Kenapa wasiat ini disampaikan setelah wasiat tentang solat?

Disampaikan setelah wasiat solat karena sebagai isyarat agar kita berbuat terlebih dahulu sebelum mengajak orang lain untuk berbuat baik.

 

5. Cegahlah kemunkaran !

Tumbuhkan sikap peduli dengan sekitar kita. Karena kemungkaran yang dibiarkan tidak hanya merugikan pelakunya, tapi juga akan merugikan orang sekitarnya. Luqman berkata,

وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ

“Dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar,” (QS.Luqman:17)

 

6. Bersabarlah atas apa yang menimpamu !

Bekal terpenting ketika ingin melakukan sesuatu adalah sabar. Karena segala sesuatu butuh kesabaran.

Perbuatan pribadi seperti solat saja butuh untuk sabar, apalagi perbuatan yang berhubungan dengan orang lain seperti amar ma’ruf nahi munkar. Bahkan hampir setiap berbicara tentang perintah untuk menyeru kebaikan, Allah selalu Menggandengkannya dengan perintah untuk bersabar. Luqman berkata,

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ

“Dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.” (QS.Luqman:17)

Begitupula dalam ayat lain, Allah Berfirman,

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS.al-Ashr:3)

 

Sabar bagaikan kepala pada jasad seseorang. Tanpa kepala, jasad tak akan berarti. Begitu pula tanpa kesabaran, manusia tak akan mampu bertahan hidup.

إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS.Luqman:17)

 

Simak bagian terakhir dari seri Wasiat Luqman ini dalam Mengkaji Wasiat Luqman Al-Hakim dalam Al-Qur’an (bag 3).

Komentar

LEAVE A REPLY