Mengapa Kita Kikir dengan Diri Sendiri?

Mengapa Kita Kikir dengan Diri Sendiri?

khazanahalquran.com – Kikir adalah lawan kata dari dermawan dan murah hati. Kikir adalah menahan diri untuk tidak berbagi dengan orang lain.

Allah swt berfirman,

وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ

“Dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya).” (QS.Muhammad:38)

Ayat ini ingin menggambarkan betapa banyak manusia yang punya keterikatan yang berlebihan dengan harta. Sehingga ia begitu berat untuk memberi sebagian yang ia miliki.

Ayat ini adalah celaan dan kecaman sekaligus dorongan untuk meninggalkan keterikatan yang berlebihan terhadap dunia. Allah memberi kecaman untuk menarik manusia dari lubang kehinaan menuju cahaya kemuliaan. Orang pelit itu dalam posisi yang sangat hina, karena ia enggan memberi sedikit dari besarnya kenikmatan Allah yang ia terima. Apalagi semua harta itu sebenarnya bukan miliknya.

Allah ingin membebaskan mereka dari segala belenggu penghambaan kepada dunia dan harta. Lalu mengapa Allah mendorong kita untuk banyak ber-infaq?

Ayat diatas menjelaskan bahwa buah dari dari infaq itu akan kembali manfaatnya kepada diri kita masing-masing. Jika sifat dermawan ini tumbuh dalam suatu masyarakat, maka akan tercipta lingkungan yang aman, tenang dan damai. Kemudian rasa cinta akan tersebar dan segala kebencian, dendam dan permusuhan akan terkikis. Ini adalah manfaat di dunia.

Sementara di akhirat nanti, telah menanti segala kenikmatan yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga bahkan terlintas dalam hati kita. Karena mereka yang kikir sedang kikir untuk dirinya sendiri karena melewatkan berbagai kenikmatan yang seharusnya ia dapatkan.

Sungguh Allah tidak membutuhkan infaq dari hamba-Nya sementara kita selalu membutuhkan rahmat dan kasih sayang-Nya, lalu sampai kapan kita akan terus kikir terhadap diri kita sendiri?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 143 pelanggan lain