Manusia disebut Manusia Karena Tanggung Jawabnya

Manusia disebut Manusia Karena Tanggung Jawabnya

khazanahalquran.com – Seseorang pantas disebut manusia ketika ia masih memegang tanggung jawab dalam hidupnya. Selain akal, tanggung jawab juga menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Manusia menjadi mulia salah satunya karena komitmen mereka untuk menjalankan tanggung jawabnya.

Bahkan terkadang kita melihat hewan juga menjalankan tanggung jawab mereka, walaupun konteksnya sangat terbatas. Lihatlah bagaimana induk ayam atau itik yang bertanggung jawab atas anak-anaknya dan masih banyak contoh yang lainnya.

Intinya, seorang manusia layak disebut manusia disaat ia masih memegang tanggung jawabnya. Ketika akal dan nurani masih aktif, maka seseorang tidak akan meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja.

Dalam sebuah ayat Allah swt berfirman,

وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسۡـُٔولُونَ

“Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya.” (QS.Ash-Shaffat:24)

Segala sesuatu yang kita lakukan akan ditanya, setiap perbuatan yang kita kerjakan akan dipertanggung jawabkan.

Lalu pertanyaannya, apa yang menjadi tanggung jawab manusia dalam hidupnya?

Mari kita simak jawabannya dalam ayat-ayat berikut ini :

1. Tanggung jawab pada diri sendiri.

Tanggung jawab terbesar bagi seorang adalah dirinya sendiri. Manusia bertanggung jawab atas jiwanya, akalnya bahkan anggota tubuhnya.

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولٗا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS.Al-Isra’:36)

2. Tanggung jawab kepada keluarganya.

Setiap orang bertanggung jawab atas keluarganya. Seorang ayah terhadap anaknya, ibu, anak, kerabat semua memiliki tanggung jawab masing-masing. Bukan hanya tanggung jawab materi tapi tanggung jawab menjaga mereka untuk meraih keselamatan dunia dan akhiratnya.

Allah swt berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS.At-Tahrim:6)

3. Tanggung jawab atas kemampuan yang Allah berikan.

Manusia diberi banyak kemampuan oleh Allah dalam segala hal. Kemampuan akal, harta, kedudukan dan kenikmatan lainnya.

Maka setiap kemampuan yang Allah berikan itu juga akan dimintai pertanggung jawaban.

Apakah kemampuan itu dimanfaatkan atau disia-siakan?

Dalam hal apa kemampuan itu dipergunakan?

Semua anugerah dan kelebihan itu akan ditanya dan dipertanggung jawabkan !

ثُمَّ لَتُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

“Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang diberikan di dunia).” (QS.At-Takatsur:8)

4. Tanggung jawab atas setiap ucapan dan kata-kata yang terucap dari lisan.

Berhati-hatilah dalam berucap karena setiap ucapan yang keluar dari lisanmu akan dipertanggung jawabkan.

Bukankah Allah swt berfirman,

مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيد

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS.Qaf:18)

Dalam sebuah pepatah disebutkan,

*Kalimat itu adalah milikmu tetapi setelah engkau ucapkan maka kalimat itu akan menguasaimu.”

5. Tanggung jawab terhadap masyarakat di sekitar.

Setiap orang punya tanggung jawab kepada masyarakat sekelilingnya. Kepada sesama manusia dan lingkungan sekitarnya.

Ia bertanggung jawab untuk tidak membiarkan kerusakan terjadi dilingkungannya, khususnya kepedulian kepada sesama saudara dalam seagama.

Rasulullah saw bersabda,

مَن لَا يَهتَمَّ بِأُمُورِ المُسلِمِين فَلَيسَ مِنهُ

“Siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka ia bukan tergolong dari mereka.”

Al-Qur’an memberikan banyak contoh tentang manusia-manusia yang memiliki tanggung jawab kepada umatnya atau masyarakat sekitarnya, salah satunya dalam firman Allah swt :

وَجَآءَ مِنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ رَجُلٞ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُواْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

“Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.” (QS.Ya-Sin:20)

Begitupula dalam ayat lain Allah menceritakan kepedulian seseorang yang ingin menyelamatkan Nabi Musa as,

وَجَآءَ رَجُلٞ مِّنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّ ٱلۡمَلَأَ يَأۡتَمِرُونَ بِكَ لِيَقۡتُلُوكَ فَٱخۡرُجۡ إِنِّي لَكَ مِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ

Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.” (QS.Al-Qashash:20)

Dalam kisah Fir’aun, Al-Qur’an juga mengabadikan kepedulian seseorang dari keluarga Fir’aun yang menegur kesewang-wenangan yang dilakukan Fir’aun.

Allah swt menceritakan dalam firman-Nya,

وَقَالَ رَجُلٞ مُّؤۡمِنٞ مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ يَكۡتُمُ إِيمَٰنَهُۥٓ أَتَقۡتُلُونَ رَجُلًا أَن يَقُولَ رَبِّيَ ٱللَّهُ وَقَدۡ جَآءَكُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ مِن رَّبِّكُمۡۖ وَإِن يَكُ كَٰذِبٗا فَعَلَيۡهِ كَذِبُهُۥۖ وَإِن يَكُ صَادِقٗا يُصِبۡكُم بَعۡضُ ٱلَّذِي يَعِدُكُمۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ مُسۡرِفٞ كَذَّاب

Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir‘aun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata, “Tuhanku adalah Allah,” padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang akan menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar, nis-caya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.” (QS.Ghafir:28)

Manusia disebut manusia karena masih memegang tanggung jawabnya.

Semoga bermanfaat..

Komentar

Comments 1

  1. Fatimah cikmas Ali ass says:

    Bagus sekali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 180 pelanggan lain