Kita Hanya Dituntut Untuk Berbuat !

Kita Hanya Dituntut Untuk Berbuat !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman kepada Nabi Musa as,

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ

Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu. (QS.Asy-Syu’ara:63)

Allah swt berfirman kepada Sayyidah Maryam as,

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (QS.Maryam:25)

Jika kita  renungkan kedua ayat ini, akan kita temukan sebuah konsep kehidupan yang simpel dari Al-Qur’an.

Bukan tongkat Nabi Musa yang membelah lautan. Bukan pula tangan wanita yang sedang hamil tua yang mampu menggetarkan pohon kurma.

Allah hanya ingin melihat kita bergerak dan berbuat sementara hasil ada ditangan-Nya. Siapa yang menyangka pukulan tongkat dapat membelah lautan? Siapa yang menyangka gerakan dari tangan wanita yang lemah mampu menggugurkan buah kurma?

Kita hanya dituntut untuk berbuat semaksimal mungkin dan melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya. Karena Rasulullah saw bersabda,

اِنَّ اللهَ يُحِبُّ اِذَا عَمِلَ اَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Allah senang apabila salah satu di antara kalian ketika melakukan sesuatu melakukannya dengan sempurna.”

Ketika usaha kita telah maksimal maka pasrahkan hasilnya kepada Allah. Tidakkah kita berpikir berapa banyak usaha kecil yang kita lakukan kemudian mendapatkan hasil yang berlipatganda?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 143 pelanggan lain