Kisah Para Nabi dalam Berlomba Berbagi Kebaikan dengan Tulus !

Kisah Para Nabi dalam Berlomba Berbagi Kebaikan dengan Tulus !

khazanahalquran.com – Sebelumnya kita telah mengkaji bagaimana Al-Qur’an mengajak kita untuk berbagi kebaikan dengan tulus dan sukarela. Kali ini kita akan menyebutkan kisah kehidupan para nabi yang dari sisi ketulusan mereka dalam berbagi kebaikan dan menolong orang lain.

Tujuan kita mengingat kisah-kisah ini tak lain hanya untuk menyadarkan kembali hati kita yang sering lalai dan melenceng dari jalan para nabi.

1. Nabi Musa as dengan tulus membantu orang-orang yang membutuhkan.

Dikisahkan beliau membantu dua orang wanita yang akan mengambil air untuk ternak mereka. Sementara ayah wanita itu sudah tua renta dan tak mampu mengambil air. Keduanya menanti tempat air itu sepi karena dipenuhi para lelaki.

Melihat itu Nabi Musa as segera mengambilkan air untuk keduanya. Setelah itu beliau segera berpaling tanpa berharap balasan apa-apa, padahal saat itu kondisi beliau sangat membutuhkan.

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ – فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua (perempuan) itu menjawab, “Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.”

Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS Al-Qashash:23-24)

Dalam kisah lain, Nabi Khidir as memberi pelajaran berharga tentang berlomba melakukan kebaikan walau orang-orang sekitar  sedang melakukan keburukan kepada beliau. Seperti perjuangan beliau membangun dinding yang akan roboh disebuah desa, walaupun seluruh penghuni desa itu kikir dan tidak peduli kepada beliau.

فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ

“Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya.” (QS.Al-Kahfi:77)

2. Nabi Zakaria as mengasuh, menjaga dan mendidik siti Maryam. Beliau juga mencukupi semua keperluannya seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an,

وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan. (QS.Ali ‘Imran:37)

Dan ayat ini adalah pelajaran berharga bahwa menyantuni atau merawat anak yatim adalah salah satu kebaikan yang tertinggi. Rasulullah saw bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْم كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ

“Aku dan orang yang merawat anak yatim seperti dua jari ini di surga.” (Sembari mengisyaratkan ibu jari dan jari tengah beliau).

3. Begitupula dengan Nabi Yusuf as.

Ketika dipenjara beliau membantu para penghuninya dan menafsirkan mimpi mereka. Dan disaat beliau bebas, Nabi Yusuf berkhidmat kepada masyarakat untuk mengelola keuangan dan kebutuhan pangan rakyat Mesir kala itu.

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.” (QS.Yusuf:55)
4. Rasulullah saw menghabiskan hidupnya untuk berbagi kebaikan secara sukarela dalam segala hal. Namun kali ini kita akan mengutip kisah ketulusan beliau dalam beribadah kepada Allah swt.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw melakukan ibadah-ibadah sunnah hingga kaki beliau bengkak. Hingga Allah swt menegur beliau agar jangan sampai ibadah itu memberatkan Rasul saw.

 طه – مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

“Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.” (QS.Tha-Ha:2)

Kesimpulan dari kajian ini, kisah-kisah nabi ini diabadikan oleh Al-Qur’an agar kita tergugah untuk melakukan amal-amal yang bersifat sukarela. Karena didalamnya tersimpan kerelaan Allah swt.

Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan dengan tulus akan mendorong masyarakat untuk menjadi lebih sejatera. Meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang membutuhkan dan memajukan masyarakat ke arah yang lebih baik.

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Baqarah:110)
Semoga bermanfaat….

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain