Ketika Kau Berbuat Dzalim, Kelak Kau Akan Didzalimi !

khazanahalquran.com – Bahasa Al-Qur’an sering menyebutkan bahwa orang yang melakukan kesalahan sebenarnya sedang mendzalimi dirinya sendiri. Bahkan ketika Allah swt menurunkan adzab kepada suatu kaum, seringkali Allah mengakhiri firman-Nya dengan sebuah penekanan bahwa :

وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Allah tidak menzhalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzhalimi diri mereka sendiri.” (QS.An-Nahl:33)

Sebenarnya, bila kita menyadari hal ini. Maka akan kita temukan konsep hidup yang jelas yaitu :

Ketika engkau berbuat dzalim, maka suatu saat kau akan didzalimi..

Dan ketika engkau bangga dan sombong dengan kondisimu sekarang, suatu saat kau akan menjadi orang yang hina dihadapan manusia..

Al-Qur’an memberikan berbagai contoh mengenai hal ini, seperti :

1. Tangan-tangan keji yang menyeret Nabi Yusuf as ke sumur dengan penuh kedengkian dan kebencian, tangan-tangan itu pula yang akhirnya mengemis kepada Yusuf dengan penuh kehinaan.

فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ

“Penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah.” (QS.Yusuf:88)

2. Kaum Luth dengan penuh kesombongan mengancam untuk mengusir Nabi Luth as dari desanya.

قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ

Mereka menjawab, “Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.” (QS.Asy-Syu’ara:167)

Lalu apa yang terjadi?

Nabi Luth as pergi dari rumah dan desanya dengan penuh kemuliaan dan dalam keadaan selamat. Sementara rumah-rumah dan desa yang beliau tinggalkan itu dihancurkan oleh Allah karena kecongkakan dan kedzaliman penduduknya.

Karena itu, jangan pernah sombong dan jangan pernah berbuat dzalim. Karena bisa jadi semua kedzaliman itu akan kembali kepada dirimu di dunia sebelum di akhirat kelak.

Komentar

LEAVE A REPLY