Kerelaan Allah Diatas Segalanya !

Khazanahalquran.com – Seringkali Al-Qur’an menggunakan metode bertanya untuk menjelaskan sesuatu. Bentuk kalimatnya adalah pertanyaan namun tujuannya ingin menegaskan hal yang penting.

Hingga saat ini, metode pertanyaan sering digunakan dalam dunia pendidikan. Dan metode ini cukup efektif untuk menyentuh hati dan kesadaran sang pendengar. Ia tidak merasa didikte atau didoktrin, tapi sebuah pertanyaan itu mampu menggoyahkan hatinya untuk berpikir.

Kali ini kita akan belajar dari sebuah ayat yang berbentuk pertanyaan, yaitu firman Allah swt,

أَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ كَمَنْ بَاءَ بِسَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS.Ali Imran:162)

 

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini,

Pertama, jadikanlah tolak ukur segala perbuatan kita adalah keridhoan dan kemurkaan Allah. Jika Allah rela maka lakukan dan jika Allah murka maka segera tinggalkan !

Kedua, ayat ini menarik untuk kita cermati. Ketika berbicara tentang orang-orang yang memancing Murka Allah, ayat ini menggandengkannya dengan tempat mereka yaitu Neraka Jahannam. Namun anehnya, ketika berbicara tentang orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya, ayat ini tidak menyebutkan tempat mereka yaitu surga. Lalu apa rahasia dibalik ayat ini?

Ayat ini ingin menjelaskan bahwa Keridhoan Allah tidak bisa dinilai dengan apapun, bahkan dengan surga sekalipun. Karena kerelaan-Nya adalah puncak kenikmatan yang jauh lebih agung dari surga. Karena itu ketika membicarakan surga, Al-Qur’an masih mengakhirinya dengan,

وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ

“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar.” (QS.at-Taubah:72)

Sementara mereka yang berhadapan dengan murka Allah sudah pasti tempatnya adalah neraka.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY