Empty wooden signpost concept

Kebodohan adalah Penyebab Munculnya Rekayasa Menolak Kebenaran

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللَّهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin. (QS.Al-Baqarah:118)

Dalam sejarah para nabi, selalu ada para penentang yang berusaha lari dari kebenaran yang telah tampak didepan mata. Mereka pun merekayasa berbagai dalil yang lemah dan dipaksakan untuk menghindar dari risalah para nabi. Dan semua itu bersumber dari kebodohan dan fanatisme mereka, padahal telah tampak berbagai mukjizat yang tak mampu mereka tolak.

Mereka pun menuntut para nabi dengan tuntutan yang aneh. Kenapa utusan Allah itu berupa manusia? Kenapa bukan malaikat?

Kenapa Allah tidak hanya menurunkan kitab yang cukup untuk menjelaskan segalanya?

Kadang mereka juga berdalil, “kami tidak akan beriman sebelum melihat Allah dan malaikat secara langsung.”

Dan tak jarang pula, umat para nabi meminta nabinya untuk mengeluarkan sumber air yang deras. Atau sebuah kebun yang dipenuhi dengan kurma dan anggur serta dikelilingi oleh sungai yang yang mengalir. Seperti yang diceritakan dalam Surat Al-Isra’ ayat 90-93. Dan masih banyak lagi tuntutan umat yang menuntut nabi untuk berbuat macam-macam.

Padahal mukjizat telah jelas, dan andai permintaan mereka dituruti, semua itu tidak akan menambah keyakinan mereka.

Sementara orang-orang yang berilmu, satu bukti dari nabi sudah cukup untuk menjadikan mereka beriman. Dan semakin banyak bukti, semakim bertambah keimanan mereka.

Namun orang-orang yang terjebak dalam fanatisme dan kebodohan tidak siap untuk melepaskan keyakinan mereka yang lalu. Berbagai cara mereka lakukan untuk menghindar dari kebenaran. Setelah tuntutan mereka terpenuhi, mereka akan terus mencari alasan untuk melawan kebenaran. Karena tujuan mereka bukan mencari kebenaran, tapi menghindar darinya.

Komentar

LEAVE A REPLY