Kau Akan Kembali Seperti Ketika Datang !

Kau Akan Kembali Seperti Ketika Datang !

khazanahalquran.com – Untuk mengetahui tujuan hidupnya, setiap manusia harus memikirkan darimana asal usul ia datang ke dunia ini. Setiap orang yang melupakan hal ini, pasti ia akan berbuat sewenang-wenang.

Coba kita saksikan para penguasa yang congkak dan dzalim. Mereka hidup dengan semua fasilitas dan kemewahan, seakan negeri itu dari ujung ke ujung adalah milik mereka. Seluruh harta dan kekayaan adalah milik mereka. Istana-istana megah adalah milik mereka.

Lalu, pernahkah mereka berpikir dimana semua kenikmatan ini ketika siksaan Allah atau ajal datang menjemput?

Apakah semua yang ia miliki dapat menyelamatkannya dari siksa Allah swt?

Bukankah Allah swt telah menceritakan tentang mereka yang lalai dan terlena dengan kenikmatan dunia sehingga ia lupa dengan hari esoknya,

أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ – ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ – مَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ

“Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun. Kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.” (QS.Asy-Syu’ara:205-207)

Dalam ayat lain Allah menggambarkan ketika siksaan Allah atau ajal telah datang kemudian ia harus berpisah dengan harta dan kenikmatan yang mereka miliki. Tak sedikitpun yang dapat menyelamatkannya dari siksa Allah swt, kemudian ia hanya bisa berkata,

مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ – هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

“Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku.” (QS.Al-Haqqah:28-29)

Karena itu manusia yang cerdas dan bijaksana akan selalu memikirkan masa depannya. Hanya orang bodoh yang memikirkan hidupnya untuk hari ini saja.

Lalu apa masa depan kita?

Tiada yang lebih pasti di masa depan kita kecuali kematian. Rumah megah akan kita tinggalkan, kedudukan tinggi akan kita tanggalkan, harta yang berlimpah akan segera berpisah. Anak, istri, kawan dan para pengikut, semuanya akan kita tinggalkan.

Lalu kita akan menuju sebuah liang sempit sebagai rumah terakhir kita di dunia. Tempat transit menuju rumah abadi di akhirat.

Puluhan tahun manusia mengumpulkan hartanya setahap demi setahap lalu akan meninggalkan semuanya sekaligus ketika siksa Allah telah datang atau ketika ajalnya tiba.

Kita akan kembali tanpa membawa apa-apa seperti saat pertama kali kita datang ke dunia.

Lihatlah Fir’aun dengan semua kemegahannya? Apa yang bisa dia bawa?

Kemana Namrud dengan semua kecongkaannya?

Kemana Qarun dengan semua hartanya?

Harta, kekuasaan dan apapun yang mereka miliki tidak dapat menyelematkan mereka dari siksa Allah swt.

Ingat, kita akan kembali tanpa membawa apa-apa seperti pertama kali kita datang ke dunia.

Semoga bermanfaat..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain