Kapan dan Dimana Letak Kesabaran Itu?

Kapan dan Dimana Letak Kesabaran Itu?

khazanahalquran.com – Sebagian orang memahami sabar adalah disaat ia memikul beban atau menghadapi masalah lalu ia diminta untuk bersabar dalam menghadapi semua itu. Sementara jika kita melihat dalam beberapa ayat Al-Qur’an, akan kita temukan bahwa makna kesabaran itu meliputi segala sesuatu.

Kesabaran juga meliputi Istiqomah dalam beramal, sabar dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah, sabar dalam memerangi diri agar mampu meninggalkan maksiat, sabar dalam menerima ketentuan Allah dan seluruh aspek kehidupan lainnya.

Kesabaran juga diperlukan untuk memerangi sifat congkak ketika sedang mampu dan menghilangkan kegelisahan dan putus asa ketika sedang tidak memiliki.

Allah swt berfirman,

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

“Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik).” (QS.Ar-Ra’d:22)

Dalam ayat ini Allah mengumpulkan empat hal, yaitu sabar, melaksanakan solat, menginfakkan apa yang telah diberi oleh Allah baik dalam bentuk sembunyi-sembunyi atau terang-terangan dan apabila melakukan kesalahan cepat-cepat ia melakukan kebaikan.

Kesabaran dalam ayat ini meliputi sabar dalam Istiqomah, sabar dalam menjalankan solat dan ibadah dan sabar dalam menjaga kepedulian kepada orang yang membutuhkan. Juga tak lupa untuk bersabar dalam menjaga diri dari kesalahan dan menggantinya dengan kebaikan.

Dalam ayat ini juga terselip satu pelajaran indah bahwa setelah menyebutkan tentang kesabaran dalam sholat, Allah menggandengkannya dengan berinfak. Seakan menjadi pesan penting bahwa tidak ada artinya membangun hubungan dengan Allah apabila tidak dibarengi dengan kepedulian dengan hubungan antar sesama makhluk-Nya.

Rasulullah saw pernah berpesan dalam sebuah kesempatan bahwa :

“Kesabaran itu terbagi menjadi tiga. Sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.”

Karena itu, apabila semua kesabaran ini telah digabungkan. Sabar ketika susah, sabar ketika senang, sabar ketika jaya, sabar ketika terkena musibah, sabar dalam menjalankan ibadah dan beristiqomah dalam kebaikan maka Allah menjanjikan kabar gembira kepada mereka dengan nasib yang baik di dunia dan akhirat.

أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّار

“Mereka lah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).”

Maka tanamkan kesabaran dalam diri kita di semua aspek kehidupan, bukan hanya disaat tertimpa kesusahan saja. Dengan itu semoga Allah memberikan nasib yang baik di dunia dan di akhirat kelak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 153 pelanggan lain