Kami Hanya Disibukkan oleh Harta dan Keluarga !

khazanahalquran.com – Al-Qur’an menceritakan sekelompok orang yang tidak bergabung bersama Rasululullah saw dengan sebuah alasan,

شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا

“Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami…” (QS.Al-Fath:11)

Sibuk mengurusi keluarga dan mencari nafkah adalah salah satu ibadah yang begitu besar nilainya disisi Allah swt. Tetapi bila kita hanya menghabiskan waktu untuk mengurusi dua hal ini dan melalaikan kewajiban-kewajiban yang lain maka hal ini bisa menjadi dosa dan bencana.

Memang harta, keluarga dan anak-anak adalah ujian yang cukup menentukan nasib kita.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan.” (QS.Al-Anfal:28)

Menghadapi harta dan keluarga adalah ujian. Apabila kita terlalu disibukkan oleh harta dan keluarga kemudian kita meninggalkan kewajiban-kewajiban yang lain, maka keduanya akan menjadi musuh kita karena telah menjauhkan kita dari Allah swt.

Bukankah Allah pernah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (QS.At-Taghabun:14)

Jangan pernah melakukan satu kewajiban kemudian meninggalkan kewajiban yang lain. Berlebihan dalam mengurusi harta dan keluarga tidak hanya membuat kita meninggalkan kewajiban, bahkan akan membawa kita untuk menerjang hukum Allah.

Banyak orang beralasan karena demi harta dan keluarga ia terpaksa melanggar batas dan ketentuan Allah. Dia lupa mencari yang halal karena beralasan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Kita wajib memperhatikan keluarga tapi jangan lupa untuk mencintai keluarga kita. Bila kita mencintai mereka, maka mustahil kita akan menjerumuskan keluarga kita dalam api neraka. Bohong orang yang mencintai keluarganya tapi tidak memperhatikan nasib mereka di akhirat.

Bila kita mencintai harta kita, maka jadikan harta itu kekal dan menyertai kita hingga di Hari Pembalasan.

Karena itu jadilah seperti golongan mereka yang dipuji oleh Allah dalam firman-Nya,

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

“Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat).” (QS.An-Nur:37)

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY