Kadar Imanmu Bergantung Pada Kepedulianmu Terhadap Sesama !

Kadar Imanmu Bergantung Pada Kepedulianmu Terhadap Sesama !

khazanahalquran.com – Islam datang dengan membawa tuntunan dan cara hidup yang indah. Islam tidak hanya membimbingmu untuk menyelesaikan masalahmu, tapi Islam juga menuntut setiap pengikutnya untuk peduli dengan sesama, khususnya kepada yang seagama.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.” (QS At-Taubah:71)

Ayat ini sedang menggambarkan bagaimana kokohnya persaudaraan diantara kaum mukmin. Satu sama lainnya saling mengenal dan meng-eratkan persaudaraan di antara mereka.

Saling membantu dan saling menolong adalah ciri khas pribadi seorang mukmin. Saling mendoakan dan saling memperhatikan juga selalu tampak dalam kehidupan mereka.

Bukankah Rasulullah saw bersabda,

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ, لَا يَظْلِمُهُ, وَلَا يُسْلِمُهُ, وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ, كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ, وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً, فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Dia tidak mendzalimi saudaranya dan tidak membiarkannya.

Dan barangsiapa yang selalu ada disaat saudaranya membutuhkan, maka Allah akan selalu bersamanya disaat dia membutuhkan sesuatu.

Dan barangsiapa yang membantu menyelesaikan satu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan menyelesaikan satu kesulitan diantara kesulitan-kesulitan yang akan ia hadapi di hari kiamat.

Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka aibnya akan ditutupi oleh Allah swt di hari kiamat.”

Banyak sekali hadist yang senada dengan hadist diatas. Bahwa seorang mukmin tidak akan menyakiti, merendahkan, menghina, menipu atau mendzalimi saudaranya.

Oleh karena itu, ketika iman seseorang semakin naik maka ia akan semakin peduli dengan orang lain. Semakin tinggi nilai seseorang, maka ia semakin banyak memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri.

Sebaliknya, bila iman seseorang lemah maka kepedulian itu semakin memudar. Ia sibuk memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri.

Bisa kita lihat bahwa manusia-manusia yang sampai pada puncak kesempurnaannya seperti para nabi dan para wali, akan kita saksikan bahwa kehidupan mereka dihabiskan untuk memikirkan dan memberi manfaat untuk orang lain.

Bahkan kita dapat melihat Rasulullah saw mendapat teguran dari Allah swt karena terlalu dalam memikirkan umatnya hingga hampir membinasakan diri beliau sendiri.

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

“Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman.” (QS.Asy-Syu’ara:3)

Maka ketika kita melihat ada orang yang membutuhkan, apakah hati kita terpanggil untuk membantu?

Ketika ada seseorang yang meminta pertolongan, apakah hati kita tergerak untuk menolongnya?

Ingatlah selalu bahwa kadar keimanan kita bergantung kepada kepeduliaan kita kepada orang lain. Semakin tinggi iman kita maka semakin besar kepedulian kita kepada orang lain. Dan ketika kepedulian kita semakin menurun maka itulah pertanda keimanan kita semakin lemah.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 128 pelanggan lain