Jangan Pernah Takut, Kebatilan itu Bagai Buih !

Jangan Pernah Takut, Kebatilan itu Bagai Buih !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan. (QS.Ar-Ra’d:17)

Terkadang kita merasa lemah dan khawatir melihat pengikut kebatilan yang tampak besar dan kuat. Namun ayat ini memberi jawaban atas kekhawatiran kita. Sekuat apapun wajah kebatilan dan sebanyak apapun pengikuti mereka, kebatilan tetaplah kebatilan. Al-Qur’an menggambarkannya bagai buih yang tak berarti sama sekali. Sebanyak apapun, buih tetaplah buih yang mudah menghilang.

Ayat diatas memberi dua perumpamaan atas kebatilan. Yang pertama bagaikan buih di permukaan air dan yang kedua bagai buih pada proses pemurnian tambang seperti emas.

Mengapa kebatilan digambarkan bagai buih?

Adaa beberapa alasan yang dapat kita kutip untuk menjawab pertanyaan ini,

1. Buih mudah menghilang, begitupula dengan kebatilan.

2. Buih itu selalu membayangi atau menempel pada air, seperti kebatilan yang selalu membayangi kebenaran.

3. Buih itu tampak kemilau tapi tak memberi sedikitpun manfaat. Tidak bisa menghilangkan haus ataupun menumbuhkan tanaman.

4. Buih mudah hilang hanya dengan tenangnya air.

5. Buih terlihat banyak dan gaduh namun kosong dan tak ada nilainya sama sekali.

Selain beberapa kesamaan antara buih dan kebatilan, kita juga akan mengutip ayat-ayat yang menguatkan perumpamaan ini.

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ

“Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya.” (QS.Al-Anbiya’:18)

قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ

Katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.” (QS.Saba’:49)

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (QS.Al-Isra’:81)

Jika kita yakin berada dijalan kebenaran maka jangan pernah takut dan khawatir karena kebatilan hanyalah bagai buih. Walau kebatilan tampak besar dan bersuara gaduh seakan yang paling kuat, ingatlah kemenangan hanyalah milik kebenaran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 143 pelanggan lain