Jangan Pernah Menolak Nasihat yang Baik

khazanahalquran.com – Manusia sulit untuk menilai dirinya sendiri. Ia membutuhkan cermin untuk mencermati tubuhnya secara utuh.

Karena itu Rasulullah saw berpesan bahwa seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Mereka saling menegur dan menasehati satu sama lainnya.

Dalam Al-Qur’an Allah menceritakan Nabi Sholeh as yang berdakwah pada kaum Tsamud. Hingga akhirnya kaum itu dibinasakan oleh Allah karena engga mendengar nasihat dari nabi mereka.

Allah set berfirman,

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ

“Kemudian dia (Shalih) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.” (QS.Al-A’raf:79)

Semua nasihat telah disampaikan oleh Nabi Sholeh namun kaum itu tidak menyenangi nasihat itu. Mereka menutup telinga dan merasa terganggu dengan peringatan dari para nabi.

Dalam Islam agama pernah didefinisikan sebagai nasihat. Orang yang menerima nasihat adalah orang yang hatinya terbuka untuk berbuah menjadi lebih baik. Ia lebih berpotensi untuk mencapai kebahagiaan.

Sementara mereka yang enggan mendengar nasihat akan tenggelam dalam kebodohan dan kesalahan.

Biasanya enggan mendengar nasihat lahir dari kesombongan. Ia merasa diatas segalanya. Merasa paling mulia dan paling benar.

Allah gambarkan contoh dari tipe manusia seperti ini dalam firman-Nya,

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

(Bahasa Indonesia)
Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk.” (QS.Al-Baqarah:206)

Sementara di ayat lain Allah menceritakan Nabi Musa as yang begitu agung mau mendengar nasihat dari orang yang tidak ia kenal.

وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَىٰ قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنَّ الْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ

“Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.” (QS.Al-Qashash:20)

Jangan pernah menolak nasihat yang baik. Walau dari orang yang mungkin tidak kita sukai.

Dan sebagai saudara yang punya kewajiban untuk mengingatkan saudara kita yang salah, jangan pernah menegur orang lain dihadapan khalayak umum. Tegurlah dengan cara yang baik di waktu yang tepat. Karena cara juga menentukan hasil yang akan kita dapatkan.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY