Jangan Pernah Meninggalkan Doa Karena Telah Merasa Siap !

Jangan Pernah Meninggalkan Doa Karena Telah Merasa Siap !

khazanahalquran.com – Ketika kita diperintahkan untuk berdoa, bukan berarti kita hanya berdoa ketika dalam keadaan sulit dan butuh.

Sebenarnya dalam segala urusan kita harus berdoa dan memohon kepada-Nya. Karena tidak ada urusan yang akan selesai tanpa bantuan dari Allah swt.

Orang yang mengandalkan dirinya lalu mengabaikan doa karena merasa semuanya telah dipersiapkan dengan matang, maka dia telah salah dalam memahami hubungannya dengan Allah swt.

Seorang hamba harus tetap menampakkan kehinaan dan ketidak mampuan kita dihadapan Allah swt.

Karena itu dalam ayat-ayat Al-Qur’an Allah menyebut orang-orang yang tidak mau berdoa adalah orang yang sombong.

Coba perhatikan para Nabi dan orang-orang sholeh yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an. Dalam kondisi apapun ketika ingin melakukan sesuatu mereka akan memulainya dengan berdoa dan memohon bantuan dari Allah swt.

Ingatlah ketika Nabi Musa as dikejar dan harus meninggalkan Mesir, Allah swt menceritakan :

فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim itu.” (QS.Al-Qashash:21)

Ketika beliau mulai memasuki kota Madyan, pertama yang Nabi Musa as lakukan adalah berdoa kepada Allah. Bukan mencari perlindungan dari siapapun.

وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَاءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ

Dan ketika dia menuju ke arah negeri Madyan dia berdoa lagi, “Mudah-mudahan Tuhanku memimpin aku ke jalan yang benar.” (QS.Al-Qashash:22)

Kita ingat ketika Ashabul Kahfi melarikan diri ke sebuah gua, kemudian ketika mereka sampai, pertama kali yang mereka lakukan adalah berdoa :

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS.Al-Kahfi:10)

Kita bisa menyaksikan pula ketika terjadi peperangan antara Tholut dan Jalut, Allah swt menceritakan :

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS.Al-Baqarah:250)

Maka ingatlah bahwa doa bukan hanya ketika kita menganggap semua pintu jalan keluar tertutup, tapi mulailah segala sesuatu dengan doa dari sejak awal. Agar Allah swt mempermudah semua urusan kita.

Semoga bermanfaat..

Komentar

Comments 1

  1. Hamboro joko hariyanto says:

    Alhamdulillah , Terimakasih Ust , Mantap 👍mohon ijin berbagi , setiap artikelnya , Terimakasih 🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 177 pelanggan lain