Khazanahalquran.com – Sebelumnya kita pernah mengambil pelajaran dari ayat suci tentang menghargai orang lain. Yang digambarkan secara sempurna oleh Nabi Musa kepada saudaranya Harun. Dan dalam ayat yang lain, Al-Qur’an juga mengajarkan untuk tidak melupakan kebaikan orang lain. Kenapa hal ini ditekankan? Karena sering kita lupa dengan kebaikan seseorang hanya karena satu kesalahan. Sering kita melupakan jasanya hanya karena pertengkaran dan rasa marah. Seakan satu kesalahan itu menghapus ribuan kebaikan yang pernah ia lakukan. Padahal Allah berfirman,

وَأَن تَعْفُواْ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَلاَ تَنسَوُاْ الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ إِنَّ اللّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Memaafkan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Baqarah:237)

 

Ayat ini turun berkaitan dengan perceraian. Digandengkannya kata “memaafkan” dan “jangan lupakan kebaikan” seakan ingin menjelaskan bahwa sebesar apapun kesalahan yang dilakukan seseorang, jangan pernah menghilangkan kebaikan yang pernah ia lakukan kepada kita. Kebaikan tetaplah kebaikan. Dan orang yang lupa pada kebaikan orang lain disebut Laim, tak tau balas budi.

Ada pula satu kisah yang menarik tentang mengingat kebaikan orang lain. Di dalam Surat Toha, Allah Menghitung nikmat yang telah diberikan kepada Nabi Musa as. Dimulai dari hari kelahirannya, kemudian dihanyutkan di sungai nil dan kemudian diambil oleh istri Fir’aun yang spontan mencintai bayi suci itu. Dan yang menarik adalah setelah Allah Menyebutkan berbagai nikmat ini, Allah Mengingatkan kebaikan saudari Musa as dalam Firman-Nya,

إِذْ تَمْشِي أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَن يَكْفُلُهُ فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ

“(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir‘aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami Mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati.” (QS.Thaha:40)

 Coba bayangkan, setelah semua kenikmatan yang Allah sebutkan, Dia juga mengingatkan kembali tentang jasa dari saudari Musa yang melakukan langkah untuk menyelamatkan adiknya. Padahal itu hanya perbuatan sederhana yang dilakukan bertahun-tahun yang lalu, bahkan ketika Musa masih bayi. Tapi Allah tetap Mengingatkannya kembali.

Seakan Allah ingin Mengajarkan bahwa jangan pernah lupakan kebaikan orang lain walau telah sekian lama, walau sekecil apapun!

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang mudah melupakan kebaikan orang lain… Semoga Bermanfaat.

Komentar

LEAVE A REPLY