Jangan Mudah Menilai Seseorang !

Jangan Mudah Menilai Seseorang !

khazanahalquran.com – Sering kita menilai seseorang karena melihat sesuatu yang menimpanya. Tapi sebenarnya kita tidak tau ada apa dibalik kejadian tersebut.

Janganlah engkau mencibir tahanan didalam penjara dengan mengatakan bahwa dia “penjahat atau kriminal”.

Ingatlah bahwa Nabi Yusuf as dahulu pernah berada didalam penjara sementara ia mulia dihadapan Allah swt.

Janganlah engkau mencibir seorang yang terusir dari kaumnya dengan mengatakan bahwa, “Dia sampah masyarakat, tak ada nilainya sama sekali.”

Ingatlah bahwa Nabi Ibrahim as dulu terusir dari kaumnya. Namun dia mendapatkan kemuliaan di sisi Allah sebagai Khalilullah.

وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبۡرَٰهِيمَ خَلِيلٗا

“Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya).” (QS.An-Nisa’:125)

Janganlah engkau mencibir seorang buruh dengan mengatakan bahwa profesi mereka rendah.

Ingatlah Nabi Musa as dulunya juga seorang buruh, namun beliau mendapatkan kemuliaan sebagai Kalimullah.

وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكۡلِيمٗا

“Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.” (QS.An-Nisa’:164)

Jangan engkau mencibir seorang yang bangkrut dengan mengatakan bahwa ia “bodoh dan gagal”.

Ingatlah bahwa Nabi Ayyub as pernah bangkrut setelah memiliki kekayaan, namun beliau adalah seorang Nabi di sisi Allah swt.

نِعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّاب

( Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). (QS.Shad:44)

Jangan pernah engkau mencibir profesi orang lain dan mengatakan bahwa itu adalah profesi yang rendahan atau kasar.

Ingatlah bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu, penjahit bahkan penggembala. Tapi disisi Allah dia adalah seorang yang bijaksana.

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا لُقۡمَٰنَ ٱلۡحِكۡمَةَ

“Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman” (QS.Luqman, Ayat 12)

Bukankah Al-Qur’an selalu berpesan :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٞ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٞ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيۡرٗا مِّنۡهُنَّۖ وَلَا تَلۡمِزُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُواْ بِٱلۡأَلۡقَٰبِۖ بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ ٱلۡفُسُوقُ بَعۡدَ ٱلۡإِيمَٰنِۚ وَمَن لَّمۡ يَتُبۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS.Al-Hujurat:11)

Tidak ada profesi yang rendah disaat mencari harta yang halal. Profesi yang hina adalah apabila bekerja dengan cara yang haram.

Jangan mudah menilai seseorang dari sesuatu yang menimpanya, karena kita tak pernah tau apa yang terjadi dibalik kehidupannya.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 177 pelanggan lain