Jangan Mendahului Ketentuan Allah dan Rasul-Nya !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS.Al-Hujurat:1)

Apapun sabab nuzul dari ayat ini, yang jelas ayat ini ingin menjelaskan bahwa sebelum melangkah, seorang mukmin harus menengok pada ketentuan dan aturan Allah dan Rasul-Nya. Karena setiap langkah yang tidak sejalan dengan ketentuan-Nya, pasti akan menimbulkan kepincangan dan kesalahan. Baik itu secara individual atau dalam masyarakat.

Prinsip seorang mukmin hanyalah “sami’na wa ato’na”, kami mendengar dan kami taat. Mereka tidak akan melangkah sebelum mengetahui apa ketentuan syariat dalam masalah ini. Apakah langkahnya telah tepat dan direstui oleh Allah atau malah menembus batas-batas ketentuan-Nya.

Setiap langkah yang diambil dengan mendahului atau meremehkan ketentuan Allah, pasti bersandar pada keinginan dan hawa nafsu. Sehingga ia terburu-buru untuk melakukan sesuatu yang hanya dibangun dengan prasangka dan keraguan.

Mendahului ketentuan Allah hanya akan menghasilkan dua kemungkinan, entah itu berlebihan atau bahkan kurang. Karena itu Allah melarang dengan tegas agar kaum mukminin tidak mendahului ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Karena semua ketentuan-Nya adalah yang terbaik dan paling tepat.

Ayat ini dimulai dengan panggilan, “Hai, orang-orang yang beriman..”, sebagai isyarat bahwa setelah keimanan kita diakui maka jangan sekali kali mendahului ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

Menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan. Itu semua adalah bentuk mendahului ketentuan Allah swt.

Siapapun tidak boleh menentukan hukum setelah Allah telah menentukan hukumnya. Al-Qur’an dan Sunnah sandaran kita untuk mengetahui hukum dan ketentuan-Nya. Karena seorang mukmin dalam melaksanakan taklif dan tanggung jawabnya hanya bersandar pada dua hal, yaitu iman dan takwa. Seperti isyarat dalam ayat ini yang diawali dengan panggilan kepada orang yang beriman dan seruan untuk bertakwa.

Di akhir ayat, Allah menekankan bahwa Dia selalu hadir, mendengar, melihat dan mengetahui apapun langkah yang kita pilih Sehingga tidak ada seorang pun yang bisa lari dari hal ini.

“Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Semoga bermanfaat….

Komentar

LEAVE A REPLY