Jangan Asal-Asalan dalam Mengikut Syariat !

khazanahalquran.com – Kali ini kita akan mengambil pelajaran dari firman Allah untuk para nabi yang mengajarkan bagaimana syariat ini harus dipegang dengan sungguh-sungguh dan diikuti dengan serius.

Berkaitan dengan Nabi Musa as, Allah swt berfirman,

وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ

Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), “Berpegangteguhlah kepadanya.” (QS.Al-A’raf:145)

Ketika Allah mengambil sumpah Bani Israil dan mengangkat gunung. Allah berfirman,

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu.” (QS.Al-Baqarah:63)

Begitupula ketika Allah berfirman kepada Nabi Yahya as,

يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ

”Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” (QS.Maryam:12)

Ayat semacam ini mengajarkan kepada kita bahwa memilih untuk mengikuti syariat Allah harus dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Memilih untuk mengikuti ketentuan Allah artinya kita siap untuk berkorban, karena jalan inilah yang menentukan nasib baik kita di dunia dan akhirat.

Ayat-ayat diatas adalah pelajaran bagi mereka yang sedang menapaki jalan kebenaran dan syariat Allah. Ketentuan Allah tidak bisa diikuti dengan main-main dan asal-asalan.

Ayat-ayat diatas selalu menggunakan kalimat بِقُوَّةٍ yang artinya dengan sungguh-sungguh. Jika kita telah memutuskan untuk mengikuti syariat agama ini, maka tidak ada alasan lagi untuk bermain-main dengan hukum Allah. Jalani agama ini dengan serius karena kebahagiaan kita ada dibalik mengikuti ketentuan-Nya.

Tegakkan agama ini untuk diri kita terlebih dahulu. Bersungguh-sungguh artinya kita harus memiliki kekuatan dalam menegakkan agama ini. Kekuatan fisik, ekonomi, strategi dan kuat dalam segalanya.

Karena itu Rasulullah saw pernah bersabda,

“Mukmin yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah.”

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY