Jangan Anggap Dirimu Suci !

Khazanahalquran.com – Kali ini kita kembali akan menguak pelajaran demi pelajaran dalam satu ayat yang singkat. Allah swt Berfirman,

رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ إِن يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِن يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ وَكِيلاً

“Tuhan-mu lebih Mengetahui tentang kamu. Jika Dia Menghendaki, niscaya Dia akan Memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia Menghendaki, pasti Dia akan Mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka.(QS.al-Isra’54)

 

Ayat ini memberikan banyak isyarat dan pelajaran yang begitu penting. Apa saja pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini?

1. Jangan bangga dengan keimanan dan amal perbuatan kita. Dan jangan pernah menganggap diri kita suci, karena Allah lah yang paling tau tentang diri kita sebenarnya. Tuhan-mu lebih Mengetahui tentang kamu.

Dan di ayat lain Allah Berfirman,

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia Mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS.an-Najm:32)

2. Semua yang diberikan oleh Allah berupa sanksi maupun pahala selalu berdasarkan Ilmu-Nya. Jika Dia Menghendaki, niscaya Dia akan Memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia Menghendaki, pasti Dia akan Mengazabmu.

3. Seperti banyak ayat lainnya, dalam ayat ini Allah Mendahulukan rahmat-Nya sebelum siksa-Nya. Ini adalah isyarat bahwa kasih sayang Allah Mendahului murka-Nya. Jika Dia Menghendaki, niscaya Dia akan Memberi rahmat kepadamu.

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ َ

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS.al-A’raf:156)

4. Hendaknya setiap manusia hidup diantara dua keadaan, harapan dan rasa takut. Selalu berharap membuatnya tidak pernah berputus asa dan rasa takut membuatnya menjauhi dosa-dosa.

5. Setiap manusia bebas untuk memilih dan menentukan keyakinannya. Bahkan para nabi dilarang untuk memaksa umatnya dalam meyakini sesuatu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka.

Maka bagi setiap muballigh atau da’i, jangan pernah menganggap dirinya adalah wakil Allah atau merasa menjadi tuhan sehingga punya wewenang untuk memaksakan keyakinan kepada orang lain. Allah saja memberi kebebasan kepada hamba-Nya untuk memilih, lalu siapa kita yang ingin melangkahi kehendak Allah swt?

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 127 pelanggan lain