Jalan Keburukan Tidak Lebih Mudah dari Jalan Kebaikan

khazanahalquran.com – Allah SWT Berfirman,

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan).” (QS.al-Balad:10)

Allah SWT tidak akan memberi taklif (tanggung jawab) kepada manusia tanpa memberi pengetahuan terlebih dahulu. Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memberi pengetahuan tentang dua jalan kepada manusia agar kemudian mereka menentukan pilihan dari keduanya.

Rasulullah saw bersabda,

“Wahai manusia, dua jalan itu adalah jalan kebaikan dan jalan keburukan. Dan Allah tidak menjadikan jalan keburukan lebih kalian cintai daripada jalan kebaikan.”

Setiap manusia pasti memperoleh makrifat tentang jalan kebaikan dan keburukan.
Dan pengetahuan ini didapatkan dengan tiga cara :

1. Didapatkan dari proses berpikir dan argumentasi.
2. Didapatkan dari fitrah dalam diri manusia tanpa perlu dalil.
3. Didapatkan dari Wahyu dan pesan-pesan para nabi.

Setiap manusia pasti akan mendapatkan informasi tentang dua jalan ini melalui salah satu dari tiga cara di atas. Atau bahkan dari semua cara secara bersamaan.

Hadist diatas juga ingin menjelaskan bahwa sebenarnya jalan keburukan itu tidak lebih dicintai oleh watak manusia daripada jalan kebaikan.

Dan hadist ini juga menolak mereka yang beranggapan bahwa manusia lebih suka atau lebih condong melakukan keburukan daripada melakukan kebaikan. Dan sebenarnya berbuat buruk itu juga tidak lebih mudah dari berbuat baik.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY