Jagalah Nikmat Allah Sebelum Dicabut !

Jagalah Nikmat Allah Sebelum Dicabut !

khazanahalquran.com – Sudah menjadi Sunnatullah yang paten bahwa siapa yang mensyukuri nikmat-Nya akan ditambah. Dan sebaliknya, siapa yang mengingkari nikmat Allah, mengkufurinya atau bahkan menggunakannya untuk sesuatu yang dilarang, maka Allah mengancamnya dengan sanksi yang berat.

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS.Ibrahim:7)

Dalam bahasa arab, kata نِعْمَة hanya berbeda tipis dengan kata نِقْمَة. Namun keduanya memiliki makna yang bersebarangan.

Kata نِعْمَة artinya adalah kenikmatan.

Dan kata نِقْمَة memiliki arti bencana.

Dari ayat diatas kita ingin mengambil pelajaran berharga untuk berhati-hati dengan nikmat Allah swt.

Jangan kau rubah nikmat Allah yang indah ini dengan menggunakannya untuk bermaksiat dan melanggar ketentuan-Nya. Karena nikmat yang indah bisa berbalik menjadi bencana yang menyengsarakanmu.

Allah swt berfirman,

وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS.Al-Baqarah:211)

Jangan kau pancing murka Allah dengan menggunakan seluruh fasilitas kenikmatan ini untuk menentang perintah atau melanggar larangan-Nya.

Ketika seorang hamba menyia-nyiakan kenikmatan yang diberi oleh Allah kepadanya…

Ketika ia tidak mensyukuri anugerah yang ia terima..

Ketika ia tidak menggunakan kenikmatan itu dengan semestinya…

Baik kenikmatan itu berupa kenikmatan materi ataupun ruhani, maka semua itu bisa berbalik menjadi bencana baginya.

Al-Qur’an memberi contoh tentang mereka yang enggan bersyukur dalam kisah Negeri Saba’ dalam firman-Nya :

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ – فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Asl dan sedikit pohon Sidr.

(QS.Saba’:15-16)

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain