Jadilah Da’i dan Guru Yang Penuh Rahmat !

Jadilah Da’i dan Guru Yang Penuh Rahmat !

khazanahalquran.com – Mengajar dan mendidik adalah tugas yang mulia. Guru, pengajar, ustadz, pembimbing atau apapun bahasanya adalah penentu masa depan bangsa.

Tidakkah semua nabi diutus untuk menjadi pengajar dan pemberi petunjuk bagi umatnya?

وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ

“Dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. (QS.Al-Baqarah:129)

Menjadi pengajar tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan saja. Yang lebih penting dari itu, seorang guru atau pendakwah harus memiliki kepedulian dan kasih sayang kepada setiap orang yang berguru padanya.

Jika kita meneliti strategi dakwah para nabi, kesuksesan dakwah mereka sangat berkaitan dengan cara penyampaian yang penuh kelembutan dan kasih sayang. Bukankah Allah swt berfirman,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS.Ali ‘Imran:159)

Begitupula ketika Allah swt memilihkan seorang guru atau pembimbing untuk Nabi Musa as, Allah memuji hamba ini dalam firman-Nya,

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

“Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.” (QS.Al-Kahfi:65)

Coba perhatikan, Allah mendahulukan kalimat “diberi rahmat” sebelum “diberi ilmu”. Hal ini menunjukkan bahwa cara penyampaian yang santun dan penuh kasih sayang jauh lebih menentukan dari sekedar bekal ilmu seseorang dalam berdakwah.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain