Islam KTP dalam Pandangan Al-Qur’an dan Hadist

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰ إِلَى الْإِسْلَامِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Dan siapakah yang lebih zhalim dari-pada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (QA.Ash-Shaf:7)

Banyak dari kaum muslimin yang merasa cukup dengan label “muslim” tanpa memperhatikan syariat dan ajaran Islam dalam hidup bermasyarakat. Atau dewasa ini sering dikenal sebagai “Islam KTP”.

Jika merujuk pada hadist-hadist nabi, bahasa beliau menggunakan kata-kata “tidak tergolong sebagai kaum muslimin”. Namun bukan berarti kita bisa seenaknya memvonis seorang kafir atau menuduh seseorang keluar dari Islam, tapi berbagai riwayat yang akan kita sajikan ini diharapkan bisa menjadi pegangan kita untuk berkaca diri dan mengkoreksi diri kita masing-masing.

Sudahkah kita tergolong sebagai bagian dari kaum muslimin?

Renungkan pesan-pesan Nabi saw berikut ini :

Rasulullah saw bersabda,

مَنْ غَشَّ مُسْلِماً فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang menipu (mengkhianati) seorang muslim maka dia bukan bagian dari kami.”

أَلَا وَمَنْ أَكْرَمَهُ النَّاسُ اِتْقَاءَ شَرِّهِ فَلَيْسَ مِنِّي

“Ketahuilah barangsiapa yang dihormati manusia karena takut akan kebengisannya maka ia tidak termasuk dari (golongan)ku.”

مَنْ سَمِعَ رَجُلاً يُنَادِي يَا لِلْمُسْلِمِيْن فَلَمْ يُجِبْهُ فَلَيْسَ بِمُسْلِم

“Barangsiapa mendengar seseorang berseru -hai kaum muslimin- (untuk meminta pertolongan) lalu ia tidak menjawabnya maka dia tidak termasuk dalam golongan orang-orang muslim.”

مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِيْن فَلَيْسَ مِنْهُم

“Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka ia tidak termasuk dari golongan mereka.”

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِه

“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”

Riwayat-riwayat ini menunjukkan bagaimana keislaman seseorang bisa menjadi sia-sia jika dia merasa cukup dengan label “muslim” saja. Menjadi Islam tidak cukup dengan bersyahadat saja, tapi perlu diiringi dengan iman dan keyakinan yang kuat dan ditambah dengan amal yang sesuai dengan syariat.

Sekali lagi perlu dipahami bahwa hadis-hadis diatas tidak ingin mengatakan bahwa siapa yang melanggar hal-hal diatas menjadi otomatis kafir atau keluar dari Islam. Tapi yang dimaksud adalah penekanan dan ancaman agar kita sebagai muslimin tidak melakukan hal-hal itu.

Sudahkah kita benar-benar termasuk dalam golongan kaum muslimin?

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY