Inilah Proses Perpindahan Manusia menuju Alam Selanjutnya !

Inilah Proses Perpindahan Manusia menuju Alam Selanjutnya !

Khazanahalquran.com – Kita semua tahu bahwa Al-Qur’an sering membahas tentang kematian. Khususnya ketika proses kematian itu dimulai. Yaitu detik-detik ketika seorang manusia akan berpindah dari alam dunia menuju alam selanjutnya.

Banyak ayat yang mengingatkan bahwa setiap manusia akan mengalami masa-masa itu. Banyak pula istilah yang digunakan Al-Qur’an untuk menceritakan proses kematian itu, seperti :

1. Sakaratul Maut.

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya.” (QS.Qaf:19)

2. Ghomarotil Maut

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” (QS.al-An’am:93)

3. Ketika nyawa sampai di kerongkongan.

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ

“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan.” (QS.al-Waqi’ah:83)

4. Ketika nyawa telah mendesak kerongkongan.

كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ

“Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan.” (QS.Al-Qiyamah:26)

Ke-empat ayat ini mengisyaratkan bahwa proses kematian itu begitu sulit dan menyakitkan. Bagaimana tidak, sementara ia harus berpindah dari satu alam ke alam lainnya.

Seperti halnya perpindahan dari alam janin menuju alam dunia yang begitu sulit dan menyakitkan, begitu pula dengan perpindahan dari alam dunia menuju akhirat.

Namun riwayat-riwayat menyebutkan bahwa proses kematian itu akan menjadi mudah bagi orang-orang yang beriman. Dan akan semakin sulit bagi mereka yang tidak ada iman di hatinya.

Mengapa demikian?

Perbedaan ini terjadi karena orang beriman merindukan perjumpaan dengan Allah dan kenikmatan abadi di surga, sehingga mereka tidak keberatan untuk meninggalkan dunia ini. Sementara yang tidak beriman merasakan sakit yang luar biasa diiringi dengan rasa takut yang dahsyat dengan Adzab Allah SWT yang sudah didepan mata. Mereka begitu terpukul karena harus meninggalkan dunia yang sangat mereka cintai ini.

Imam Ja’far As-Shodiq, cucu Baginda Nabi saw, yang juga Guru dari Imam Madzhab Hanafi dan Maliki mengatakan,

“(Kematian itu) bagi seorang mukmin seperti aroma yang begitu harum yang ia hirup sehingga membuatnya mengantuk dan hilanglah semua rasa capek dan sakit.

Dan bagi orang kafir seperti sengatan ular-ular berbisa dan sengatan kalajengking, bahkan lebih dahsyat dari itu.”

Karena itu, mengingat kematian adalah cara terampuh untuk memutus godaan syahwat dan angan-angan panjang di dunia. Serta menghapus segala kelalaian kita akan kehidupan akhirat.

Waktu pulang kita semakin dekat. Mari persiapkan bekal untuk akhirat.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 143 pelanggan lain