Ingat, Tidak Ada Jalan untuk Kembali !

Khazanahalquran.com – Kita semua tahu bahwa hari kiamat dan kehidupan setelah kematian adalah fase selanjutnya setelah kehidupan dunia. Dan setelah berpindah ke alam itu mustahil kita dapat kembali ke alam dunia. Maka mungkinkah kita akan kembali ke hari kemarin? Mungkinkah bayi yang telah lahir bisa kembali menjadi janin yang baru? Mungkinkah buah yang telah jatuh dari pohonnya bisa kembali?

Semua itu adalah hal yang mustahil, dan karena itulah kembali ke alam dunia adalah sesuatu yang tidak masuk akal bagi penduduk akhirat.

Allah SWT berfirman,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS.Fatir:37)

Para penghuni neraka mengemis dan memohon kepada Allah untuk diberi kesempatan kembali ke dunia untuk memperbaiki amalnya.

ّفَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ

“Maka adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?”. (QS.al-A’raf:53)

Dalam ayat lain Allah menceritakan,

رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ * قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (QS.al-Mukminun:107-108)

Namun begitulah manusia, yang mudah sekali lalai dan lupa. Andai saja mereka diberi kesempatan kedua untuk kembali ke dunia setelah merasakan pedihnya neraka, dalam waktu singkat mereka akan lupa dengan siksa neraka dan akan mengulangi keburukan-keburukan yang lalu.

Dan fenomena ini direkam dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an, seperti firman-Nya,

Pada ayat lainnya, Allah berfirman,

وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

“Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.”(QS.al-An’am:28)

Bukankah sering kali kita bertaubat ketika mendapatkan musibah, lalu berjanji dan bertekad untuk taat kepada Allah dan meninggalkan maksiat, kira-kira berapa lama kita bertahan? Bukankah ketika keadaan mulai nyaman dan membaik, tiba-tiba kita kembali lupa dan melanggar janji-janji kita dengan Allah? Tidakkah ketika musibah itu hilang, kita kembali lalai dan mengulang keburukan kita yang lalu?

Hanyalah orang-orang yang memiliki komitmen kuat yang mampu untuk menepati janji dan tidak kembali pada keburukan-keburukannya dahulu.

Intinya, semua permintaan dan angan-angan mereka hanyalah khayalan belaka. Mustahil mereka akan kembali ke dunia, dan mereka pun tahu akan hal itu. Tapi karena begitu pedihnya siksaan dan tertutupnya segala jalan keluar, akhirnya mereka mengulang terus-menerus untuk meminta dikembalikan ke dunia.

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang menyesal.

Komentar

LEAVE A REPLY